![]() |
| Skandal korupsi Badan Gizi Nasional (BGN) mengarah ke Sumut. Mahasiswa menggeruduk kantor Kejati Sumut, Senin (15/06/2026).(foto: bsk) |
INILAHMEDAN - Medan: Skandal korupsi Badan Gizi Nasional (BGN) mengarah ke Sumut. Mahasiswa menggeruduk kantor Kejati Sumut, Senin (15/06/2026).
Massa kali ini datang dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Utara.
"Kami meminta kejaksaan mengusut mafia-mafia MBG di Sumut," teriak Ketua BEM Sumatera Utara, Ilham Syahputra, dalam orasinya.
Massa juga melakukan aksi nekat memanjat pagar gedung Kejati Sumut. Aksi saling dorong dengan petugas terjadi. Petugas terlihat memblokir massa yang mencoba masuk.
"Kejati Sumut jangan memble. Usut mafia MBG di Sumut," kata Ilham Syahputra lewat pengeras suara dari atas mobil komando.
Dalam orasinya, Ilham juga membeberkan skandal dapur MBG di sejumlah daerah, rermasuk Tapteng berikut sosok Hasva Pasaribu yang patut diduga tukang kutip mengatasnamakan fasilitator yayasan guna meraup aliran dana dari mitra-mitra MBG.
"Kejati Sumut kami minta periksa Hasva Pasaribu dan stafnya Jackson," tegas Ilham.
Ilham membeberkan keterlibatan sosok Hasva Pasaribu terkait dugaan kecurangan di 11 dapur MBG di bawah kendali tiga yayasan yakni Yayasan Generasi Bangsa Tapanuli Tengah, Yayasan Generasi Emas Sibolga Tapanuli dan Yayasan Generasi Emas Tapanuli Tengah.
"Investor dipaksa mengeluarkan uang Rp1 miliar hingga Rp1,3 miliar untuk membangun satu unit dapur MBG. Namun manajemen keuangan dan operasional dapur dikendalikan yayasan," beber Ilham.
Bahkan, kata Ilham, pihak yayasan diduga mematok kewajiban setoran bulanan kepada investor sebesar Rp72 juta untuk satu dapur.
"Ngerinya, dana insentif rutin pemerintah Rp144 juta perbulan dipotong yayasan setengahnya secara sepihak," kata Ilham.
Ilham menduga kuat kalau Hasva Pasaribu merupakan keluarga Bupati Tapteng. Ilham juga memberikan bukti-bukti ke Kejati Sumut agar mafia MBG di Tapteng segera diperiksa.
Aksi massa diterima perwakilan Kejati Sumut, Rizaldi, selaku Kasi Penkum. "Tuntutan mahasiswa akan kami sampaikan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti," kata Rizaldi.(imc/bsk)
