|

Korupsi BGN, Kejagung Sasar Daerah, Kareg BGN Sumut Bantah 'Anak Main' Sonny Sanjaya

Gedung Kejaksaan Agung RI.(foto: dok)

INILAHMEDAN - Medan: Elemen masyarakat mendesak kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca penangkapan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana Cs diusut sampai ke akar-akarnya. Penanganan kasus ini kabarnya mulai menyasar ke daerah-daerah.

"Kita terus menyuarakan kasus ini diusut sampai ke akar-akarnya. Untuk Sumut, kita mendesak Kejati Sumut memanggil Kepala Regional MBG Sumut Tengku Agung Kurniawan sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas beragam persoalan dapur MBG," kata Ketua Lembaga Pengawas Penyelenggara Pelayanan Publik Sumatera Indonesia (LP3SI), Jahyan Erianto Saragih, di Medan, Senin (08/06/2026).

Seperti diketahui, Kejagung menangkap Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua pejabat lainnya Sonny Sanjaya dan Lodwijk Pusung dalam pusaran kasus korupsi tersebut. Kejagung juga melansir dugaan banyaknya yayasan tidak memenuhi syarat sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG.

Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan juga mendesak Kejagung memperluas pengusutan pusaran kasus ini. Menurut Hinca, penangkapan Dadan Hindayana Cs merupakan langkah berani Kejagung dalam memberantas korupsi di negeri ini.

Hinca meminta Kejagung tidak berhenti di tiga orang dalam menangani korupsi di BGN.

"Artinya jangan berhenti di tiga orang itu saja. (Dadan Hindayana, Sonny Sanjaya dan Lodwijk Pusung). Di bawah mereka berlapis lapis orang. Mereka masih di luar sana. Masih bebas," kata Hinca Panjaitan dalam tayangan videonya di media sosial.

Hinca tidak meragukan Kejagung dalam menangani kasus korupsi. "Mereka punya nyali besar. Ada yang dianggap orang mustahil tersentuh, ternyata tersentuh. Jadi kejaksaan jangan berhenti. Kejar sampai ke dasar. Sampai orang terakhir yang mencicipi uang," katanya.

Kepala Regional BGN Sumut Tengku Agung Kurniawan mengatakan dirinya tidak mengurusi persoalan verifikasi dapur MBG di Sumut yang diduga banyak bermasalah. Apalagi disebut-sebut ada setoran Rp100 juta hingga Rp300 juta untuk titik dapur MBG.

"Saya tidak mengurusi itu. Soal verifikasi pak Sonny (Sanjaya) langsung. Saya tidak tau menahu soal setoran uang tersebut," kata Tengku Agung Kurniawan saat dikonfirmasi, Senin (08/06/2026).

Agung juga membantah kalau dirinya disebut-sebut 'anak main' Sonny Sanjaya dalam urusan MBG di Sumut. "Gak benar itu," kilahnya berulang.

Agung mengatakan ada atasannya lagi yang bertanggungjawab soal urusan dapur MBG, seraya menyebut nama Kepala KPPG di daerah.

"Bisa ditanya ke beliau soal verifikasi data mitra MBG ini," katanya.(imc/bsk)






Komentar

Berita Terkini