|

Proyek Lampu Stadion Kebun Bunga Medan Rp5 M Lebih, MSRI: Diduga Kecurangan Direncanakan

 

Stadion Kebun Bunga Medan.(foto: dok)

INILAHMEDAN - Medan: Mimbar Suara Rakyat Indonesia (MSRI) mencium adanya kejanggalan belanja pengadaan lampu Stadion Kebun Bunga Medan Rp5 miliar lebih di Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) Medan.

Menurut Sekjen MSRI Andi Nasution, ada sejumlah persoalan pada proyek itu yang berpotensi merugikan negara miliaran rupiah.

"Instansi ini membeli bola lampu 52 set ke PT MPP di atas nilai jual. Harga persetnya Rp98,2 juta. Jika dibeli ke perusahaan lain dengan merek yang sama, harganya lebih rendah Rp500 ribu," beber Andi Nasution di Medan, Senin (15/06/2026).

Pada situs e-katalog LKPP, kata Andi, ada sejumlah penyedia menjual produk sejenis. Yakni PT YMP, PT MA, PT TMB dan PT RCKI. Harga jual keempat perusahaan itu jauh di bawah harga PT MPP. Kempat perusahaan tersebut menjual Rp77.700.000 persetnya.

“Patut diduga ada unsur kecurangan yang direncanakan pada saat menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Patut diduga ini melibatkan Kadis Perkimcitakaru John Ester Lase sebagai PA (Pengguna Anggaran)," katanya.

Andi meminta kejaksaan atau KPK mengusut tuntas proyek yang bersumber dari APBD Kota Medan tahun anggaran 2026 tersebut.

“Heran saja. Masak instansi itu belanja cari harga lebih tinggi. Padahal ada merek sejenis di beberapa perusahaan yang harganya jauh lebih murah. Ini jelas melanggar Perpres No 16 tahun 20218 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah berikut perubahannya," bebernya.

Kadis Perkimcikataru Jhon Ester Lase belum dapat dikonfirmasi. Dihubungi tidak menjawab, di WA tidak membalas.

Sebelumnya, Kepala Satgas Korsupgah KPK RI Uding Juharuddin saat berkunjung ke Medan tengah melakukan sinkronisasi berbagai data untuk mendeteksi potensi penyimpangan anggaran. KPK lebih menyoroti beberapa praktik berpotensi menimbulkan persoalan hukum. Seperti pengaturan pemenang pada proyek pengadaan.

"Jangan sampai proyek pengadaan sudah ditentukan siapa pemenangnya sejak awal. Kita minta hati-hati," tegasnya.(imc/bsk)

Komentar

Berita Terkini