|

Beredar di Medsos, Distribusi Bantuan Logistik Untuk Korban Bencana Dikenakan Biaya Rp2,4 Juta

Distribusi bantuan logistik untuk korban bencana alam di Aceh dan Sumut dikabarkan dikenakan biaya Rp2,4 juta perkontainer. Bahkan pungutan itu sempat viral di media sosial (medsos).(foto: ist)

INILAHMEDAN - Medan: Distribusi bantuan logistik untuk korban bencana alam di Aceh dan Sumut dikabarkan dikenakan biaya Rp2,4 juta perkontainer. Bahkan pungutan itu sempat viral di media sosial (medsos).

Sejauh ini belum ada klarifikasi dari Pemprov Sumut soal pungutan itu. Hanya saja dalam rekaman video yang beredar, tampak Asisten Kesra Pemprov Sumut Basarin Yunus didampingi beberapa PNS berdinas lengkap tengah beradu argumen dengan para relawan di posko bencana di Gedung Serba Guna (GSB) Jalan Williem Iskandar-Bambang Medan.

Kepala Dinas Kominfo Sumut Erwin Hotmansyah Harahap yang dikonfirmasi wartawan lewat sambungan seluler, Selasa (6/1/2026), tidak menjawab.

Kasus pungutan distribusi bantuan kemanusiaan ini telah menjadi perbincangan hangat di antara PNS dan masyarakat/LSM di kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan.

"Soal Benar atau tidaknya kasus ini harus diusut tuntas biar gak ada fitnah," kata Direktur Eksekutif Sumut Institut Osril Limbong kepada wartawan di kantor Gubernur Sumut, Selasa (06/01/2026).

Viralnya kasus ini, kata Osril, bantuan kemanusiaan yang datang dari kabupaten kota di Indonesia juga perlu diusut tuntas apakah dikenakan biaya atau tidak.

"Viralnya kasus ini menjadi kecurigaan kita agar bantuan kemanusiaan dari kabupaten kota di Indonesia perlu juga diusut," katanya.

Osril meminta Gubernur Sumut Bobby Nasution secepatnya memanggil pihak-pihak terkait untuk mencari tahu kebenaran kasus viral tersebut agar narasi yang berkembang di masyarakat tidak menjadi liar.

"Kita tidak ingin gubernur yang dipersalahkan hanya gara-gara kelalaian anggotanya," katanya.

Hal senada dikatakan Direktur Barusan Rakyat Pemerhati Korupsi (Barapaksi) Sumut Otti S Batubara. Dia meminta Pemprov Sumut segera mengklarifikasi berita miring yang melibatkan oknum pejabat.

Dalam rekaman video itu, bantuan kemanusiaan berasal dari Relawan Malang dan Gimbal Alas Indonesia untuk Provinsi Aceh. Kabarnya bantuan itu tertahan di Pelabuhan Belawan karena terkendala biaya angkut menuju ke posko bencana di GSB Jalan Williem Iskandar Medan.(imc/bsk)

Komentar

Berita Terkini