INILAHMEDAN - Pematangsiantar: Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar Ahmadi Rahman, pedagang besar, dan distributor.
FGD yang digelar di Lantai 4 Kantor Perwakilan (KPw) BI Pematangsiantar, Jalan H Adam Malik Pematangsiantar, Rabu (25/02/2026) itu dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Wesly yang diwakili Zainal dalam sambutannya menerangkan, ada lima hal yang dinilai dalam rapor pemerintah, yakni pertumbuhan ekonomi, inflasi, tingkat kemiskinan, pengangguran, dan stunting.
“Dalam pertemuan ini yang dibahas adalah inflasi. Mulai tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dibentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID. Di kabupaten/kota, ketuanya kepala daerah bersama forkopimda. Ketua harian adalah sekretaris daerah, dan wakilnya pimpinan Bank Indonesia,” terang Zainal.
Di tahun 2025, katanya, Kota Pematangsiantar masuk 10 besar inflasi tertinggi secara nasional, yakni 5,37 persen. Namun di Januari 2026 sudah deflasi.
Menurut Zainal, pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Meskipun forkopimda turut dalam mengendalikan harga dan memastikan pasokan bahan pokok.
“Keberadaan pedagang dan distributor punya peran penting agar pasokan di Kota Siantar dapat terjamin, sehingga harga dapat terkendali, dan distribusi komoditi bisa lancar,” sebut Zainal.
Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman memaparkan, pasokan barang kebutuhan pokok di Kota Pematangsiantar berasal dari daerah lain, seperti Kabupaten Simalungun, Batubara, bahkan dari luar provinsi. Sehingga bencana yang melanda Sumatera beberapa bulan lalu sangat memengaruhi pasokan di Kota Pematangsiantar.
FGD, lanjut Ahmadi, bertujuan memetakan kondisi pasokan dan jalur distribusi.
Ahmadi menyampaikan di tahun 2024 komoditas yang menyumbang andil inflasi terbesar masa HBKN Ramadan dan Idul Fitri di Kota Pematangsiantar adalah cabai merah. Sedangkan di tahun 2025, disumbang tarif listrik. Sementara di Januari 2026, penyumbang inflasi terbesar adalah emas perhiasan.
FGD dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Legianto Pardamean Manurung, mewakili Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako, Bulog Cabang Pematangsiantar, para pedagang besar, dan distributor.(imc/bsk)
