-->
    |

Gerak Cepat Sahuti Keluhan Warga, Dame Duma Minta Pemko Selesaikan Persoalan Penyempitan Jalan Aman

Anggota DPRD Medan Dame Duma Sari Hutagalung melakukan tinjau lapangan ke lokasi untuk melihat langsung fakta yang sesungguhnya atas apa dikeluhkan warga terkait penyempitan Jalan Aman, Selasa (26/10/2021).(foto: bsk) 


INILAHMEDAN - Medan: Anggota Komisi IV DPRD Medan Dame Duma Sari Hutagalung meminta Pemko Medan merespon cepat keluhan warga atas penyempitan Jalan Aman di Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia.

"Kita meminta Pemko Medan gerak cepat dalam menyahuti keluhan warga atas penyempitan jalan tersebut," kata Dame Duma Sari Hutagalung di Medan, Kamis (28/10/2021).

Keluhan warga ini sebelumnya dibahas pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan Komisi IV DPRD Medan, Senin lalu (25/10/2021). Pada rapat itu, warga mengaku keberatan atas penyempitan Jalan Aman dampak pembangunan rumah salah seorang warga atas nama Martin Karo-karo.

Lalu Duma melakukan tinjau lapangan ke lokasi untuk melihat langsung fakta yang sesungguhnya atas apa dikeluhkan warga terkait penyempitan Jalan Aman tersebut, Selasa (26/10/2021).

"Ternyata benar. Ada salah seorang warga yang membangun rumahnya di badan jalan. Sehingga jalan yang menjadi akses para warga yang awalnya lebar menjadi menyempit," kata Duma yang pada peninjauan itu didampingi Sekretaris Camat Medan Helvetia Alex Sinulingga, Lurah Cinta Damai Syena Siregar, kepling dan perwakilan warga.

Atas keluhan warga itu, Duma berharap Pemko Medan segera menindaklanjuti persoalan ini. "Kalau bisa jangan berlarut-larut. Kita percaya di kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution permasalahan ini dapat diselesaikan. Apalagi kita tahu Wali Kota lebih mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dalam menjalankan program kerjanya," katanya yakin.

Penyempitan Jalan Aman juga berdampak pada aktifitas aparatur Kelurahan Cinta Damai. Menurut Lurah Syena Siregar, penyempitan jalan sangat menggangu dalam melakukan pengangkutan sampah rumah tangga milik warga. Termasuk juga berdampak pada sistem drainase dan infrastruktur jalan.

"Truk pengangkut sampah milik kecamatan jadi tidak bisa melintas. Akibatnya warga sekitar membuat Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di jalan tersebut. Kita berharap solusi ini bisa secepatnya diselesaikan," kata Syena Siregar.

Pandapotan Siringo-ringo, warga yang rumahnya persis di persimpangan Jalan Aman mengungkapkan, persoalan penyempitan Jalan ini sudah cukup lama, namun hingga kini belum terselesaikan.

"Padahal sebelum rumah milik Martin ini berdiri, Jalan Aman ini sangat lebar dan bisa dilalui kendaraan roda empat," jelasnya.

Tapi saat ini, sambung Pandapotan, apabila terjadi kebakaran rumah di dalam Jalan Aman, dipastikan akses mobil pemadam kebakaran akan sulit masuk.

"Soalnya jalan masuk untuk mobil pemadam kebakaran tidak ada lagi. Sebab, jalan ini sudah sangat sempit. Hanya m dapat dilalui sepedamotor saja," terangnya.(imc/bsk)

Komentar

Berita Terkini