-->
    |

Bangun Paluta, Gubernur Edy Ajak Bupati: Ndar Sesekali Kita Turun Jadi Kepala Desa


INILAHMEDAN - Paluta: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengajak para kepala daerah untuk bersama-sama membangun desa. Hal ini sejalan dengan salahsatu visi misi Gubernur Edy membangun desa menata kota.

Hal itu dikatakan Gubernur Edy di hadapan Bupati Padang Lawas Utara Andar Amin Harahap pada kunjungan kerja Gubernur di kabupaten itu, Rabu (16/06/2021).


Hadir pada kunjungan kerja itu tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimoda) Kabupaten Padang Lawas Utara dan kepala desa se-Kabupaten Padang Lawas Utara.

Menurut Gubernur, kemajuan Provinsi Sumatera Utara bisa terlihat bagaimana kepala daerah membangun desanya. Dalam hal ini kepala daerah (bupati/wali kota) harus mampu mengedukasi para kepala desa dalam menciptakan program prioritas di desanya. Seperti pertanian, peternakan, perkebunan, membangun sentra-sentra UMKM dan lainnya.


"Harusnya sudah makmur kita ini (Sumut). Inilah pentingnya saya datang ke desa-desa. Desa Palung Naga di Serdangbedagai pernah saya kunjungi. Termasuk juga waktu itu dikunjungi Menteri Sandiaga Uno dengan timnya. Seorang kepala desanya berani memaparkan program-program di desanya di hadapan menteri. Dan akhirnya desa itu menjadi maju. Hanya sawah yang dihias. Tapi kita bisa belanja makanan di tengah sawah. Rumah-rumah warga dijadikan home stay (untuk orang orang yang datang). Saya jadi terhibur datang ke sana. Saya bawa istri makan di sana. Tiga piring habis. Padahal makan cuma pakai ikan asin. Ini harus ditiru para kepala desa di Padang Lawas Utara. Tapi disesuaikan dengan potensi di desanya. Saya yakin desa itu akan makmur. Atau kita Ndar (Andar Amin Harahap Bupati Padang Lawas Utara) sekali jadi kepala desa. Kita turun langsung membangun desa," ajak Gubernur Edy seraya dibalas Bupati Andar siap.

Dalam paparannya di aula kantor Bupati Padang Lawas Utara itu, Gubernur Edy menekankan pentingnya sebuah kejujuran. Jika suatu daerah atau bangsa sudah menjadikan kejujuran sebagai pola gaya hidup, bangsa atau daerah ini akan makmur.


"Contohnya negara Finlandia. Dahulu itu negara paling miskin di dunia. Tak ada potensi apapun di negara itu. Tapi saat ini negara itu menjadi negara paling makmur di dunia. Ini bukan karena kepintaran atau lainnya. Tapi karena kejujuran sudah menjadi bagian gaya hidup rakyat di sana dan pejabatnya," katanya.

Gubernur Edy juga ingin membangun 100 unit rumah yang penghuninya didiami orang-orang jujur. "Saya yakin saya tidak sendirian (membangun kejujuran)," katanya.

Justeru yang terjadi saat ini, kata Gubernur Edy, saat ini kita masih senang memiliki milik orang lain. "Jika ini kita pedomani terus, yakinlah kita tidak akan pernah menjadi kaya," katanya.


Pada pertemuan itu juga diisi sesi tanya jawab antara kepala desa dengan Gubernur Edy. Beberapa kepala desa memaparkan program-program unggulan di desanya berikut kendala-kendala yang dihadapi. Salah satunya berkenaan dengan anggaran. Baik di bidang pertanian, perkebunan dan UMKM.

Setelah itu, Gubernur Edy juga memantau pelaksanaan sunatan massal yang dipusatkan di kantor Bupati Paluta sekaligus menyerahkan bantuan provinsi kepada kepada petani dan peternak.((imc/bsk)



Komentar

Berita Terkini