-->
    |

Puluhan Orang dari F. SPTI - K SPSI Diamankan di Mapolres Langkat

Sumber foto Pewarta.com


INILAHMEDAN - Stabat: Puluhan orang dari F.SPTI - K SPSI yang datang dari arah Binjai diamankan di Mapolres Langkat, Senin (21/12/2020).

Menurut sumber di Mapolres Langkat, puluhan orang itu diamankan saat melintas di Kota Stabat dengan mengendarai beberapa mobil.

“Saat diamankan, kami temui senjata tajam dan senapan angin. Rombongan mobil yang lain lari ke daerah terminal Pasar 10 Tanjung Beringin, Kecamatan Hinai,” ungkap sumber yang tidak ingin namanya disebutkan.

Info di lapangan, sekitar pukul 08.00 WIB, sedikitnya 30-an orang yang tergabung dalam kubu F.SPTI – K SPSI pimpinan AS melakukan aksi penyetopan mobil angkutan kelapa sawit menuju pabrik kelapa sawit CCMO di Dusun Bukit Tua, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, yang dipimpin oleh S dan N.

Akibat penyetopan angkutan itu, pihak pabrik CCMO dan pemilik buah kelapa sawit merasa sangat dirugikan dan segala aktifitas di pabrik pengolahan TBS tersebut terhenti.

Sementara, SPSI kubu G di bawah pimpinan P tetap berada di lokasi pabrik dan tidak melakukan tindakan apapun.

Puluhan massa yang datang dari arah Binjai itu diduga hendak melakukan penyerangan terkait penyetopan angkutan bermuatan kelapa sawit ke PT CCMO, yang dilakukan oleh F.SPTI – K SPSI kubu AS.

Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta Sinulingga belum memberikan keterangan resmi terkait masalah tersebut.

Sementara Ketua DPC F.SPTI – K SPSI Kabupaten Langkat Sejarahta Sembiring membantah dugaan kerusuhan tersebut.

“Ada syukuran di PUK Tanjung Selamat pagi tadi. Jadi, anggota dari Binjai dan Bingai mau berangkat ke sana. Gak ada kami buat kerusuhan,” beber Sejarahta via panggilan WhatsAppnya seperti dikutip dari Pewarta.co.

Kalau mau buat keributan, kata Sejarahta, pihaknya tak akan menggunakan mobil ‘dinas’. “Tujuan naik mobil dinas, agar pihak perusahaan yang akan dikunjungi tahu bahwa kami memiliki legalitas yang sah dan senjata tajam itu memang kebtulan ada di mobil, tanpa dengan sengaja kami bawa,” pungkasnya.(***) 

Komentar

Berita Terkini