-->
    |

Akhyar: Mari Berikhtiar Hadapi Wabah Covid-19


INILAHMEDAN - Medan: Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution terus mengajak warga Kota Medan agar tetap bersabar dan berikhtiar dalam menghadapi wabah virus Corona (Covid-19). Salah satu ikhtiar yang terus menerus digaungkan Akhyar adalah tetap mengenakan masker bagi warga yang sedang beraktivitas di luar rumah.

Akhyar mengatakan itu saat menjadi narasumber dalam acara bertajuk Topik Pagi di Radio Trijaya FM Jalan Sei Bahorok, Medan, Kamis (21/05/2020). Talkshow yang dipandu Chalis Bach dan Dols Barbarosa ini membahas kinerja Pemko Medan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan serta upaya penanganan dampak sosial yang terjadi akibat wabah tersebut.

"Wabah virus Corona ini merupakan bagian dari ciptaan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa agar manusia dapat senantiasa berikhtiar. Ikhtiar ini bagian dari ibadah, semoga dengan ikhtiar ini kita bersama-sama dapat mengatasi persoalan-persoalan yang disebabkan wabah virus Corona ini. Salah satu ikhtiar yang harus kita jalani bersama adalah tetap mengenakan masker saat," kata Akhyar.

Penggunaan masker saat ini, sambung Akhyar, dipandang sangat penting untuk menghambat penyebaran Covid-19. Karena berdasarkan informasi dari tenaga medis, virus corona ini dapat masuk ke tubuh melalui saluran hidung dan mulut sehingga apabila menggunakan masker maka akan menghambat virus akan masuk.

Terkait dengan bantuan sosial sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak sosial dari wabah virus ini, Akhyar juga mengatakan, Pemko Medan juga telah memberikan bantuan kepada masyarakat dan telah berlangsung sebanyak 2 tahap. Tahap pertama telah disalurkan 4-23 April lalu dengan capaian 196.000 KK. Akhyar optimis pembagian bantuan untuk tahap kedua ini juga lebih baik dari pada tahap pertama, artinya pembagian betul-betul memperhatikan siapa yang membutuhkan.

Akhyar juga mengucapkan selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 H. "Hari raya Idul Fitri tahun ini memang akan kita lewati dengan kondisi yang berbeda bahkan cenderung tidak nyaman karena sebagian besar warga tidak diperbolehkan mudik,"pungkasnya.(imc/bsk)

Komentar

Berita Terkini