-->
    |

Serukan Agar Tidak Pamer Merupakan Langkah Perubahan Mental


INILAHMEDAN - Jakarta : Direktur Eksekutif Aufklarung Institute Dahroni Agung Prasetyo, gagasan/instruksi Kapolri Jenderal Idham Azis yang menyerukan agar para anggotanya tidak pamer gaya hidup mewah di media sosial adalah sebagai langkah yang tepat dan bagus untuk membuat perubahan mental.

" Instruksi agar Polri tidak pamer gaya hidup mewah sebenarnya terlihat sederhana, tapi pada dasarnya hal itu sedang melakukan perubahan besar soal mental," ujarnya di Jakarta, Sabtu (11/01/20).

Rekam jejak Kapolri Idham Azis sangat bagus. Tak hanya rekam jejak memberantas terorisme seperti Operasi Camar Maleo untuk menangkap kelompok Santoso hingga Operasi Tinombala di Poso, tetapi juga mampu menata jajaran Polri untuk terus lebih baik lagi.

" Ada revolusi mental yang dilakukan. Prestasi Kapolri dua bulan ini sangat bagus, tidak heran Komisi III DPR secara aklamasi setuju Idham jadi Kapolri," ungkapnya.

Apalagi, kata dia, kemampuan Idham Azis dalam mengungkap dan menangkap pelaku penyiraman air keras pada Novel Baswedan. Dimana kasusnya sudah hampir tiga tahun atau dua tahun delapan bulan.

" Ini merupakan salah satu prestasi besar Idham dalam mengungkap kasus mangkrak yang selama ini menjadi perhatian publik," sebutnya.

Ia juga menilai Idham harus diapresiasi, sebab kasus ini menemukan titik terang di masa Idham. Idham memberikan jawaban dengan kinerja terhadap orang yang sebelumnya meragukannya.

Selain itu, ia percaya bahwa Idham sebagai Kapolri mampu menangani kejahatan-kejahatan terkait para kelompok radikal dan jaringan teroris, kejahatan siber, kejahatan transnasional termasuk narkoba dan sejumlah kejahatan konvensional.

" Rekam jejak Idham menunjukkan kemampuan itu. Dan jejak Idham memulai awal tahun dengan kinerja prestisus. Ini harus kita apresiasi," imbuhnya.

Terpisah, Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP), Maruarar Sirait, yang dikenal dekat dengan Kapolri juga mengatakan hal sama.

" Ia juga sangat profesional. Waktu saya menghadiri undangan pelantikan Kapolri oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Pak Idham bilang sama saya, bahwa sebenarnya ia tak mau menjadi Kapolri. Namun ia juga mengatakan akan menggunakan jabatan Kapolri ini dengan selon, artinya berani dan siap mengambil resiko untuk menjaga Indonesia," ucap Ara panggilan akrabnya.

Menurut Ara, pengungkapan kasus Novel Baswedan juga merupakan salah satu bukti keberanian dan sikap adil Idham. Yang akan menindak siapa saja pelakunya dengan aturan dan hukum yang berlaku.

Maruarar juga mengapresiasi sikap tegas Idham yang yang mau memecat Polda dan Polres bila terbukti minta jatah proyek sehingga Polri memberikan kepastian hukum dan investasi.

" Kapolri ini sosok yang antara perkataan dan perbuatannya sejalan dan seiring. Artinya Idham merupakan sosok yang komitmen dan konsisten sehingga bisa diikuti oleh seluruh jajaran," tukasnya. (rel/joy)
Komentar

Berita Terkini