|

Dinkes Sumut Optimis Target 95 Persen Imunisasi MR Tercapai

Kepala Dinas Kesehatan Sumut Agustama


INILAHMEDAN - Medan: Dinas Kesehatan Sumatera Utara optimis target 95 persen vaksinasi measles rubella (MR) dapat terpenuhi.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI memperpanjang kampanye imunisasi MR hingga 31 Oktober 2018.

Ini sesuai dengan surat yang tertuang dalam Nomor: SR.02.06/Menkes/573/2018 tanggal 20 September 2018.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut Agustama didampingi Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Suhadi, menjelaskan, pihaknya akan terus mendorong agar capaian imunisasi bisa 95 persen.

"Sesuai dengan masukan Indonesia Tekhnical Advisory Group for Immunization (ITAGI), cakupan yang diyakini mampu memberikan kekebalan kepada masyarakat dan mampu memutus rantai penularan adalah 95 persen dari sasaran yang ada di setiap wilayah epidemioligis dan atau administrasi pemerintah," ujar Agus, Ahad (30/09/2018).

Menurut Agus, pihaknya juga sudah mengirimkan surat edaran kepada seluruh kepala dinas kesehatan kabupaten/kota agar dapat memgoptimalkan pencapaian hingga 95 persen.

"Sudah, sudah kita kirimkan surat edarannya pada 24 September kemarin. Intinya, kita mengharapkan agar Dinkes kabupaten/kota dapat memgoptimalkan seluruh sumber daya yang ada agar target capaian imunisasi MR sebesar 95 persen dapat diwujudkan bersama dan merata di seluruh tingkatan layanan," jelasnya.

Sementara itu, hingga 29 September 2018, sudah sebanyak 2.058.664 anak di Sumut yang sudah diimunisasi MR atau sekitar 47,97 persen. 

Adapun daerah yang melebihi target cakupan yakni Kabupaten Tobasa sekitar 99,29 persen, Humbahas 97,89 persen, dan Samosir 98,88 persen. 

Sedangkan kabupaten/kota terendah yakni Labuhanbatu Selatan dan Tanjungbalai masih di bawah 10 persen.

Sementara itu, Konsultan Unicef untuk Kampanye Imunisasi MR wilayah Provinsi Sumatera Utara dan Aceh, Masri Aulia menjelaskan, dengan adanya surat edaran Kementerian Kesehatan tentang waktu oelaksanaan kampanye Imunisasi MR Fase II pada tanggal 20 September 2018, seharusnya menjadi warning bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, khususnya Gubernur Sumatera Utara. 

"Sampai dengan 29 september 2018, cakupan MR di Sumatera Utara baru mencapai 47,97 persen atau 2,058,664 anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun yang divaksinasi dari total sasaran 4,291,857 anak. Kenapa ini menjadi tanggung jawab Gubernur, karena program Imunisasi Massal Campak Rubella adalah program prioritas nasional, yang secara otomatis menjadi program wajib daerah sebagai mana UU Pemerintah daerah nomor 23 tahun 2014," jelas Aulia. 

Berdasarkan analisa Unicef dan WHO, Provinsi Sumatera Utara perlu strategi untuk cakupan 1,5% sampai dengan 2,0% rata-rata perhari baru bisa mencapai 95% pada akhir Oktober 2018. (imc/fat)
Komentar Anda

Berita Terkini