|

Pengalaman Banjir Besar Jadi Pelajaran, Pemko Medan Perkuat Kesiapsiagaan

Pemko Medan menerima audiensi International Organization for Migration (IOM) di Balai Kota Medan, Jumat (28/08/2026).(foto: bsk)

INILAHMEDAN - Medan: Banjir besar tahun lalu menjadikan pembelajaran bagi Pemko Medan. Pengalaman itu memperkuat kesiapsiagaan pemerintah kota  menghadapi musim hujan sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Komitmen itu terungkap saat Pemko Medan menerima audiensi International Organization for Migration (IOM) di Balai Kota Medan, Jumat (28/08/2026).

Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menyampaikan apresiasi kepada IOM yang turut membantu Pemko Medan ketika banjir besar melanda Kota Medan tahun lalu.

"Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya kepedulian dan kerja sama lintas lembaga dalam menghadapi situasi darurat," kata Zakiyuddin.

Pemko Medan terus melakukan rapat koordinasi mengantisipasi potensi banjir memasuki musim penghujan tahun ini.

"Kita tidak ingin kejadian serupa kembali terulang. Kesiapsiagaan dan koordinasi antarlembaga terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menghadapi kemungkinan bencana," katanya.

Pengalaman banjir tahun lalu juga memperlihatkan sisi kemanusiaan yang kuat dari para pengungsi yang berada di Kota Medan.

Chief of Mission IOM Indonesia Jeffrey Labovitz mengatakan, saat ini jumlah pengungsi di Medan tercatat sedikit di atas 1.000 orang. Jumlah tersebut menurun dibanding sebelumnya yang mencapai sekitar 2.200 orang.

Para pengungsi tersebut berasal dari 15 negara, dengan populasi terbesar berasal dari Afganistan dan Somalia.

Jeffrey menuturkan, salah satu pengalaman paling berkesan dalam kerja IOM di Medan terjadi ketika banjir besar melanda Kota Medan tahun lalu. Di tengah kondisi tersebut, sejumlah pengungsi turut membantu warga terdampak.(imc/bsk)

Komentar

Berita Terkini