|

Pekerja Kena PHK, Gubernur Bobby Tawarkan Ide Gabung di SPPG

Gubernur Sumut Bobby Nasution menampung aspirasi sejumlah serikat pekerja di Sumut, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Kamis (28/08/2025).(foto: bsk)

INILAHMEDAN - Medan: Gubernur Sumut Bobby Nasution memahami keluhan sejumlah serikat pekerja di Sumut terkait masalah pemutusan hubungan kerja (PHK). Bobby menawarkan ide bagi pekerja yang di PHK bisa bergabung ke dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Karena Sumut menargetkan akan membangun 1.792 SPPG," kata Bobby Nasution saat menampung aspirasi sejumlah serikat pekerja di Sumut di kantor Gubernur Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Kamis (28/08/2025).

Sejumlah serikat pekerja yang menemui Bobby yakni Serikat Pekerja Nasional Sumut, Serikat Buruh Seluruh Indonesia Sumut, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Sumut, KSPSI AGN Sumut, Serikat Pekerja Metal Indonesia, SBBI Sumut, SBMI Sumut, dan GSBI Sumut.

Bobby meminta para serikat pekerja berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja untuk mendata jumlah pekerja yang saat ini mengalami PHK.

"Jadi bisa bergabung di sana (SPPG). Ini untuk mendukung program nasional makan bergizi gratis," katanya.

Bobby juga menampung aspirasi lainnya dari sejumlah serikat pekerja. Seperti tuntutan kenaikan upah, rumah layak huni, pasar murah, keselamatan kerja dan penerapan outsourching.

Soal kenaikan upah 8,5% sampai 10,5% untuk tahun 2026, kata Bobby, kenaikan dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya pertumbuhan ekonomi suatu daerah.

"Aspirasi ini masih sangat wajar. Masalah upah pekerja, semua ingin yang terbaik. Tapi kita harus bisa melihat dari sisi kita dan dari sisi orang lain, daerah, negara. Ini juga harus kita pertimbangkan," kata Bobby.

Tuntutan rumah layak huni, Bobby menawarkan para pekerja untuk mendapatkan kredit kepemilikan rumah (KPR) subsidi yang diprogramkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI. Kuota KPR subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 15.000 unit untuk Sumut.

"Saya sudah komunikasi dengan REI untuk pembangunan rumah subsidi di Sumut. Kemampuan REI cuma 27.000 unit. Dari sisi lahan dan pembiayaan sudah ready. Kalau buruh mau ngambil 10.000, wah senang sekali," kata Bobby.

Pemprov Sumut, kata Bobby, akan memberikan insentif berupa biaya di awal. Seperti notaris, propisi, BPHTB yang pembiayaannya melalui Bank Sumut atau BRI. Untuk para buruh, lokasinya direncanakan dibangun di dekat kawasan industri.

Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional Sumut Anggiat Pasaribu cukup puas dengan jawaban Gubernur Bobby. Dia berharap komunikasi yang intensif dapat menghasilkan hal yang baik.

"Kami mendukung sepenuhnya program Gubernur Sumut untuk kemajuan Provinsi Sumut, juga mendukung program Presiden untuk Indonesia lebih maju," katanya.(imc/bsk)


Komentar

Berita Terkini