-->
    |

DPR-RI, DPRDSU dan DPRD Kab/Kota Harus Bersinergi 'Jolok' Dana APBN

 
Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Parlaungan Simangunsong
IINILAHMEDAN - Medan: Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Parlaungan Simangunsong mengajak anggota DPR-RI, DPRD Sumut maupun DPRD kab/kota se-Sumut  bersinergi 'menjolok' anggaran pembangunan dari APBN untuk menambah anggaran ke setiap daerah guna tercapainya target pembangunan berbasis kerakyatan.
         
"Selama ini anggota legislatif tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota berjalan sendiri-sendiri untuk memperjuangkan anggaran pembangunan dari eksekutif untuk dialokasikan ke Dapil (Daerah Pemilihannya), sehingga kerap tidak terealisasi," ujar Parlaungan Simangunsong kepada wartawan, Kamis (30/01/2020) ketika dihubungi di Jakarta.

Untuk merealisasikannya, kata dia, perlu kekompakan antara DPR-RI asal Sumut, DPRD Sumut dan DPRD kab/kota se-Sumut untuk menemui pemerintah pusat membawa misi daerah masing-masing untuk lebih memperbesar porsi anggaran pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.

Menurut Parlaungan, hal ini penting mengingat selama ini banyaknya aspirasi masyarakat yang diserap anggota legislatif saat melakukan kegiatan reses namun banyak yang tidak terakomodir di APBD. Akibatnya para wakil rakyat dituduh pembohong.
         
"Kalau ada sinergitas antara legislatif mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dipastikan porsi anggaran dari APBN akan diperbesar dan seluruh aspirasi masyarakat akan terealisasi, rakyat menjadi senang," ujar anggota dewan Dapil Medan ini sembari berharap agar kekompakan antar legislatif ini bisa terjadi perubahan pembangunan secara maksimal.
        
Parlaungan juga mengajak seluruh anggota legislatif di Sumut dan anggota DPR-RI untuk melakukan pertemuan secara berkala guna menyatukan persepsi agar pada saat menyusun anggaran bisa dimasukkan usulan masyarakat dari masing-masing daerah ke APBN untuk selanjutnya dibagi porsinya ke daerah.
        
Dengan demikian, tandas Parlaungan, seluruh aspirasi masyarakat akan terakomodir dan anggota legislatif yang dicap selama ini sebagai pembohong akan terhapus secara perlahan. 

"Jika anggota legislatif kompak, tentu eksekutif tidak akan berani mencoret mata anggaran yang kita usulkan," tandas Parlaungan.(imc/nem)

Komentar

Berita Terkini