-->
    |

Tepis Isu Virus Kolera Babi, Dirut PD Pasar Makan Ikan Bersama Ribuan Masyarakat


INILAHMEDAN - Medan: Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Medan Rusdi Sinuraya makan ikan bersama ribuan masyarakat, nelayan dan pedagang ikan dalam acara "Makan Ikan Bersama" di Pasar Cemara Jalan Cemara Medan, Senin (25/11/2019). 

Acara makan ikan bersama ini juga dihadiri Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution, anggota DPRD Medan Mulia Asri Rambe, Wakil Ketua Majelis Ulama Medan Hasan Maksum dan tokoh masyarakat Jalan Cemara Mino Lesmana.

Acara makan ikan bersama itu digelar untuk menepis isu di masyarakat bahwa ikan yang beredar di Medan sudah terinfeksi virus hog cholera. Masyarakat yang datang untuk menikmati hidangan dengan menu ikan itu silih berganti. Semakin lama masyarakat semakin berduyun-duyun untuk makan ikan gratis yang digelar Persatuan Pedagang Ikan Kota Medan itu.

Sebelumnya, Rusdi Sinuraya juga sudah menggelar acara yang sama di Lods Ikan Pusat Pasar Medan beberapa waktu lalu. Pada kesempatan itu, Rusdi menekankan bahwa ikan yang beredar di seluruh Pasar Kota Medan sebagian besar berasal dari Aceh, Sibolga dan Tanjungbalai.

"Masyarakat jangan ragu memakan ikan laut karena dipastikan ikan yang beredar di pasar Kota Medan sebagian besar berasal dari Aceh, Sibolga dan Tanjungbalai. Sementara tangkapan nelayan Belawan berasal dari laut dalam berjarak sekitar pukuhan kilometer dari tepi pantai," ujarnya kala itu.

Pada kesempatan kali ini, Rusdi bersama Plt Wali Kota Medan dan beberapa tokoh masyarakat tanpa ragu memakan ikan yang dihidangkan. Itu menjadi bukti bahwa ikan yang dijual di seluruh pasar di Kota Medan steril dari virus hod cholera.

Sementara itu Ketua Persatuan Pedagang Ikan Kota Medan, Jauhari mengatakan, akibat isu tak sedap yang beredar di masyarakat, nelayan dan pedagang ikan mengalami kerugian yang tidak sedikit. 

"Masalah untung rugi bagi kami para pedagang merupakan hal biasa. Namun isu virus cholera babi yang terkandung pada ikan demikian kencang berhembus. Jika isu ini tidak diantisipasi, maka kami para pedagang ikan bisa bangkrut. Padahal isu itu sama sekali tidak mendasar," ujarnya.

Untuk itu, Jauhari berharap agar pemangku kepentingan cepat bertindak untuk menepis isu tersebut. 

"Kepada LPPOM MUI, mohon lakukan pemeriksaan kepada ikan yang beredar di pasar untuk membuktikan benar tidaknya isu tersebut. Silakan ambil sampelnya, apakah memang mengandung virus kolera babi atau tidak," ujarnya.

Acara makan ikan bersama ini, ujar Jauhari, jadi bukti bahwa ikan yang beredar di pasar aman dikonsumsi. 

"Ini jadi bukti bahwa ikan yang beredar di pasar Kota Medan aman dikonsumsi. Warga berbondong-bondong makan ikan. Marilah kita kembali menggalakkan makan ikan sesuai dengan anjuran pemerintah," harapnya.

Acara Makan Ikan Bersama ini dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim. Santunan diberikan secara simbolis kepada lima anak yatim oleh para pejabat yang hadir, termasuk Dirut PD Pasar Medan, Rusdi Sinuraya.(imc/bsk)
Komentar

Berita Terkini