![]() |
| Kerusakan akibat gempa bumi di NTT, Sabtu (15/08/2026).(foto: ist) |
INILAHMEDAN - NTT: Direktur Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa terjadi lebih dari sepekan sejak gempa besar terjadi Sabtu (15/8/2026) pagi pukul 04.58 WIB. Namun Wijayanto meminta masyarakat tidak perlu khawatir dan terus mengikuti informasi dari BMKG.
Wijayanto menyampaikan selama dua jam sejak gempa paling terjadi dengan kekuatan 7,7 magnitudo, tercatat telah terjadi 37 gempa susulan.
“Dengan gempa 7,7 tentunya nanti masih banyak sekali aktivitas gempa susulan bisa berlangsung berhari-hari bahkan mungkin berminggu-minggu gitu ya. Tapi bukan berarti kita berminggu-minggu itu harus khawatir," jelasnya.
Wijayanto menuturkan gempa susulan memiliki kecenderungan mengecil dari skala potensi guncangannya.
“Nanti akan kita sampaikan update berikutnya berapa lama ini akan terjadi," katanya.
Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengungkapkan sampai Sabtu (15/08/2026) sore tercatat 38 orang meninggal dunia akibat gempa NTT.
"Ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian dua orang luka berat, 11 luka ringan," kata Suharyanto dalam konferensi pers, Sabtu (15/08/2026).
Suharyanto merincikan data warga yang meninggal akibat gempa tersebar di Sikka: 3, Manggarai: 16, Manggarai Timur: 17, Ende: 1, dan Manggarai Barat: 1. Suharyanto menyampaikan dengan perkembangan proses evakuasi, korban meninggal dipastikan akan mengalami penambahan.(imc/***)
sumber: tirto id
.
