|

Terseret Dugaan Asusila, GMNI: Rico Waas Diminta Evaluasi Okum Pejabat Pemko Medan

Wakil Ketua DPC GMNI Kota Medan Edy Ginting Suka.(foto: ist)

INILAHMEDAN - Medan: Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Medan menyoroti kinerja Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemko Medan terkait kasus dugaan perbuatan asusila salah seorang oknum pejabat di Pemko Medan.

"Kita minta Wali Kota mengevaluasi salah seorang anak buahnya yang kini menjabat sebagai pimpinan OPD karena terlibat kasus dugaan asusila," kata Wakil Ketua DPC GMNI Kota Medan Edy Ginting Suka, dalam rilisnya Minggu (22/02/2026).

Dipaparkan Edy Ginting Suka, DPC GMNI Kota Medan di bawah kepemimpinan Ketua Damses Sianturi Sekretaris Diga Pinem juga menyoroti kepemimpinan satu tahun Rico Waas yang dinilai mengabaikan evaluasi kinerja pejabat eselon II khususnya. Pengisian jabatan juga terindikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

"Pengisian jabatan diduga karena faktor kedekatan. Begitu juga pejabat bermasalah, terkesan tidak terevaluasi meski sudah menjadi sorotan publik," katanya.

Edy Ginting Suka juga mengingatkan Baperjakat di masa kepemimpinan Rico Waas segera berbenah.

Dugaan asusila dan penelantaran anak oleh salah satu pejabat Pemko Medan merupakan perilaku buruk dan layak dievaluasi jika bukti-bukti yang disampaikan korban yaitu istri siri serta anak yang dihasilkan.

Sebagaimana diketahui, salah satu pimpinan OPD di Pemko Medan terlibat kasus penelantaran anak berusia 1,5 tahun hasil hubungannya dengan wanita lain.

Wanita itu bersatatus tenaga honorer di Pemko Medan. Wanita itu menjelaskan pada 2021 lalu bertemu dengan oknum pejabat tersebut yang saat itu masih menjabat sebagai camat di Kota Medan. Mereka akhirnya memadu kasih. Singkat cerita, wanita itu hamil. Saat menjalin kasih dengan oknum pejabat itu, wanita itu ternyata sudah bercerai dengan suaminya. Namun oknum pejabat itu enggan bertanggungjawab mulai dari proses hamil sampai melahirkan. Kasus ini juga telah dilaporkan ke BKD, Inspektorat dan Wali Kota Medan.(imc/rel)

Komentar

Berita Terkini