![]() |
| Perayaan Thaipusam tahun 2026 berlangsung khidmat di Kuil Sree Soepramaniam Nagarattar dan kawasan Jalan Kejaksaan, Medan, Minggu (01/02/2026).(foto: bsk) |
INILAHMEDAN - Medan: Perayaan Thaipusam tahun 2026 berlangsung khidmat di Kuil Sree Soepramaniam Nagarattar dan kawasan Jalan Kejaksaan, Medan, Minggu (01/02/2026).
Perayaan keagamaan umat Hindu tersebut menjadi momentum penguatan persaudaraan dan harmoni di tengah masyarakat Kota Medan yang majemuk.
Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan bahwa Thaipusam bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan juga ekspresi kebudayaan yang sarat nilai spiritual, pengendalian diri, pengorbanan, dan keteguhan iman.
“Thaipusam bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga merupakan ekspresi kebudayaan yang sarat dengan nilai-nilai spiritual, pengendalian diri, pengorbanan, dan keteguhan iman,” ujar Rico Waas dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Medan Wiriya Alrahman.
Ia menekankan bahwa Kota Medan dibangun oleh berbagai latar belakang, tradisi, dan budaya yang justru menjadi kekuatan utama dalam menjaga persatuan.
“Perbedaan bukanlah alasan untuk terpisah, melainkan fondasi untuk saling memahami, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara damai,” tegasnya.
Melalui perayaan Thaipusam, lanjut Rico Waas, generasi muda diajak untuk mengenal akar budayanya, memahami makna spiritual di balik setiap ritual, serta menumbuhkan sikap toleransi dan empati terhadap sesama.
Rico Waas berharap Perayaan Thaipusam dapat menjadi momentum umemperkuat persaudaraan, memperdalam saling pengertian, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga kedamaian dan persatuan di Medan.
Thaipusam merupakan festival yang dirayakan masyarakat Tamil pada bulan purnama pertama di bulan Thai (Januari/Februari) dalam kalender Tamil. Perayaan ini melambangkan kemenangan dharma atas adharma serta penghormatan kepada Dewa Murugan.(imc/bsk)
