|

Gubernur Bobby dan Menag RI Doakan Sumut dan Indonesia Pada Dzikir Akbar Nasional Tarekat Naqsabandiyah

Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Menag RI Nasaruddin Umar menghadiri Zikir Akbar Nasional pada  Perkumpulan Pengajian Ilmu Tasawuf Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia (PPITTNI) di Gedung Serba Guna Pemprov Sumut, Jalan William Iskandar, Pancing, Deli Serdang, Minggu malam (23/11/2025).(foto: bsk)

INILAHMEDAN - Deliserdang: Gubernur Sumut Bobby Nasution mengajak Tarekat Naqsabandiyah ikut berperan membangun akhlak dan ketahanan moral masyarakat. Khususnya dalam penanggulangan narkoba bagi generasi muda.

“Dengan menanamkan akhlak yang baik, iman yang baik, anak-anak kita dengan sendirinya menolak ditawari narkoba," kata Bobby Nasution saat menghadiri Zikir Akbar Nasional Perkumpulan Pengajian Ilmu Tasawuf Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia (PPITTNI) di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut, Jalan Williem Iskandar/Pancing, Deliserdang, Minggu (23/11/2025).

Bobby menegaskan pemberantasan narkoba harus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat.

“Kami harapkan semua di kabupaten/kota di Sumut agar persoalan narkoba ini bisa kita selesaikan, baik pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat secara umum,” katanya.

Bobby juga menyampaikan komitmen Pemprov Sumut terus menjaga silaturahmi dengan Tarekat Naqsabandiyah. Bahkan Bobby berharap pemerintah daerah dapat menjadi bagian dari gerakan tarekat tersebut.

“Izinkan kami jadi salah satu pemerintah daerah yang jadi bagian Naqsabandiyah Indonesia,” ujarnya.

Bobby mengapresiasi pelaksanaan Zikir Akbar Nasional di Sumut dengan tema dari Tanah Deli Untuk Nusantara dan Dunia. Karena memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah.

“Terima kasih atas doa dan zikir yang diberikan untuk Sumut dan Indonesia. Mudah-mudahan masyarakat Sumut mendapat dampak dan manfaat, dan mudah-mudahan persoalan yang ada di Sumut dapat dipermudah,” kata Bobby.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai tasawuf menjadi pendekatan efektif dalam menyelesaikan persoalan akhlak, termasuk narkoba dan premanisme. Ia berharap Naqsabandiyah diberi ruang lebih luas untuk mengembangkan ajaran tasawuf di Sumut.

“Serahkan pada tasawuf untuk menjinakkan warga yang narkoba. Saya sangat yakin kalau tasawuf ini tersebar di Sumut, jangankan narkoba, preman pun akan sadar. Maka berikan kesempatan pada tarekat untuk mengembangkan ini, Insyaallah,” kata Nasaruddin.

Kegiatan tersebut dihadiri Pengasuh Tertinggi PPITTNI Syekh Muhammad Ali Idris, Bupati Batubara Baharudin Siagian, Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe, serta ribuan jamaah Naqsabandiyah dari seluruh Indonesia, termasuk peserta dari Cina dan Rusia. (imc/bsk)


Komentar

Berita Terkini