-->
    |

Dukung Prilaku Bersih di Masa Pandemi, Bobby Nasution Salurkan Tandon Air dan Wastafel di Pasar Tradisional


INILAHMEDAN - Medan: Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution mengingatkan warga Medan untuk selalu mencuci tangan di masa pandemi Covid-19 dan mengharuskan lebih disiplin berprilaku bersih dan menjaga kesehatan.

Dibantu para relawannya dalam mendukung prilaku bersih masyarakat, terutama saat berada di tempat umum, penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini menyalurkan tandon air dan wastafel cuci tangan di delapan pasar tradisional.

“Selain menggunakan hand sanitizer, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sekarang merupakan kewajiban. Untuk itu, kita siapkan tandon air dan wastafelnya untuk digunakan warga saat berada di pajak (pasar tradisional),” ucap Bobby Nasution, Sabtu (13/06/2020).

Delapan pasar tradisional yang diberi tandon air dan wastafel dari alumni pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) ini adalah Pasar Setia Budi, Pasar Meranti, Pasar Kampung Lalang, Pasar Sukaramai, Pasar Cemara, Pasar Sei Sikambing, Pasar Simpang Limun dan Pasar Petisah.

“Saya berharap para pedagang dan pengunjung yang datang ke pasar-pasar tersebut dapat selalu memanfaatkannya dengan baik. Jadi, kita semua terhindar dari penyakit dan tetap terjaga meski berada di keramaian,” ucap ayah dari Sedah Mirah Nasution ini.

Sementara Ketua ReBorn (Relawan Bobby Nasution) Suwarno mengungkapkan bahwa gerakan cuci tangan kini dijalankan relawan Bobby Nasution dalam masa pandemi Covid-19. Saat penyaluran tandon air dan wastafel di pasar tradisional, ReBorn menggandeng Relawan BonDan (Bobby Nasution for Medan).

“Penempatan tandon air berukuran masing-masing 500 liter ini sudah dimulai sejak akhir Mei lalu. Dan jika memungkinkan akan ditambah lagi. Sehingga, semua pasar tradisional Medan memiliki tandon air dan wastafel untuk cuci tangan, yang memadai untuk mencegah penularan Covid-19,” tuturnya.

Suwarno mengaku bangga mendapat kepercayaan dari Bobby Nasution dalam menjalankan misi sosial ini.

“Misi ini hanya sebagian kecil dari upaya Tim ReBorn dan BonDan untuk mensosialisasikan gerakan hidup sehat selama pandemi belum berakhir,” terangnya.

Menurut Suwarno, pasar merupakan fasilitas umum yang paling rentan menjadi area penularan virus corona. Keberadaan tandon ini diharapkan dapat mengingatkan pengunjung untuk tak lupa mencuci tangan, sebelum dan sesudah beraktivitas di pasar. Pola hidup bersih harus terus digaungkan, terutama di tempat umum.

“Mencuci tangan langsung melalui wastafel, dapat memudahkan mereka yang mungkin lupa membawa hand sanitizer atau tisu basah saat ke pasar,” tuturnya.

Pantauan di Pasar Simpang Limun Medan, tandon air dan wastafel dari Bobby Nasution dimanfaatkan banyak warga yang sedang berbelanja, maupun pedagang.

Seorang pedagang ikan asin, Mak Surip (48), mengungkapkan tandon air yang diberikan Bobby sudah ada sejak beberapa hari lalu. Dirinya mengaku sangat senang dengan adanya wastafel ini.

"Sekarang bisa lebih sering cuci tangan. Karena bagaimanapun kita juga khawatir dengan penyebaran virus corona ini, terima kasih buat Bang Bobby,” ucapnya.

Senada, pedagang yang menjajakan tisu di pasar Simpang Limun, Jimmy (38), mengatakan keberadaan tandon di pasar ini sangat membantu warga yang ingin mencuci tangan.

“Jadi kalau hand sanitizer tinggal, pembeli tidak khawatir belanja. Bisa langsung cuci tangan di wastafel. Setelah itu beli tisu saya,” tuturnya bercanda. (imc/bsk)
Komentar

Berita Terkini