-->
    |

Afif Abdillah: Penanganan Pandemi di Medan Tidak Efektif

Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan Afif Abdillah

INILAHMEDAN - Medan: Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan Afif Abdillah menilai penanganan wabah Covid-19 di Kota Medan belum efektif.

"Harusnya kan penanganan pandemi ini di satu wilayah lebih detail, tidak bisa dilakukan secara global," kata Afif Abdillah di Medan, Senin (29/06/2020).

Afif menjelaskan, kalau satu kecamatan mendapat status zona merah misalnya, maka perlu difokuskan di lingkungan atau kelurahan mana sumber covidnya. Nah yang perlu ditangani secara serius adalah wilayah itu. Jadi bukan menggeneralisasi bahwa kecamatannya yang zona merah. Tapi di kawasan lingkungan itu yang ditetapkan sebagai zona merah. Nah, kawasan itu yang perlu diisolasi atau dikarantina selama 14 hari dan kebutuhan hidup warga di situ ditanggung pemerintah kota," kata Afif yang duduk di Komisi II DPRD Medan ini.

Artinya, jelas Afif, Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemko Medan menangani wabah pandemi dari level paling kecil (per lingkungan) agar tidak naik sampai ke level besar.

"Ketika masalahnya masih kecil lalu kita 'serang', Insya Allah ke depan penyebaran virus tersebut bisa diminimalisir," katanya.

Menurut dia, dengan 14 hari karantina atau isolasi satu lingkungan akan membuat lingkungan tersebut termotivasi untuk menjaga lingkungannya. Selama lingkungan tersebut dirapid test dan disemprot disinfektan maka lingkungan tersebut sudah bersih.

“Kalau lingkungan merah kita buat jadi hijau, kan selesai,” terangnya.

Putra mantan mantan Wali Kota Medan Abdillah ini merasa tidak yakin kalau 121 kelurahan di Medan itu zona merah. Paling hanya 30-40 kelurahan.

“Kalau menyelesaikan masalah harus dari titik terkecil. Selama ini diberitakan bahwa kecamatan A dinyatakan zona merah, setelah ditelusuri ternyata hanya satu kelurahan. Kenapa harus kita disinfektan rame-rame satu kecamatan? Toh yang merah itu cuma satu kelurahan,” ujarnya.

Dengan begitu, kata Afif, Pemko Medan bisa hemat anggaran. "Dan penggunaan anggaran yang disiapkan menjadi terukur dan lebih efisien," katanya.(imc/bsk)
Komentar

Berita Terkini