-->
    |

Dor, Dua Maling Berangkas Sekolah Ditembak Polisi

Panit II Reskrim Polsek Percut Seituan Ipda Toto (tengah) memaparkan dua pelaku pencuri berangkas sekolah.(foto: andi)

INILAHMEDAN - Medan: Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Unit Reskrim Polsek Percut Seituan meringkus dua pelaku kejahatan. Polisi juga menembak kaki keduanya.
Kedua pencuri itu, Muklis (29) warga Jalan Bersama, Gang Dame, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung dan Galih Prasetyo Pratama Gazali Tanjung (21) Jalan Letda Sujono, Gang Banjar, Kecamatan Medan Tembung, meringkuk di sel.
Kapolsek Percut Seituan Kompol Aris Wibowo mengatakan, penangkapan terhadap kedua pelaku berawal dari laporan korbannya Muliadi yang merupakan Kepala Sekolah SMA Negeri I Sampali, Kecamatan Percut Seituan, yang tertuang di Nomor: LP/23/K/1/2020/SPK/Percut Seituan tanggal 3 Januari 2020.
"Dalam laporannya, telah terjadi pencurian di sekolah SMA Nageri I Sampali Kecamatan Percut Seituan. Akibatnya barang-barang berupa 1 unit berangkas, 1 unit leptop merk Asus, hilang dibawa kabur pelaku," ujar Aris, Senin (06/01/2020).
Pihak sekolah sambung Aris, saat itu juga memberitahukan kepada Kadus dan diteruskan menghubungi pihak Polsek Percut Seituan. Tim Pegasus yang menerima laporan korban saat itu juga turun ke TKP untuk melakukan penyelidikan. Petugas juga melakukan pengecekan rekaman CCTV di setiap ruangan sekolah dan terlihat wajah dua pelaku pencurian itu.
"Tim Pegasus kita mendapat informasi bahwa dua pelaku sedang berada di Jalan Tol Belmera. Lalu Kanit Reskrim Iptu Luis Beltran berkordinasi dengan petugas PJR Polda Sumut untuk melakukan patroli di lokasi," terangnya.
Di sekitar KM18, petugas PJR Polda Sumut melihat dua orang pemuda yang sedang mendorong barang berupa brankas. Lalu petugas menghentikan dua orang tersebut kemudian menggeledahnya.
"Petugas PJR Polda Sumut langsung menghubungi Kanit Reskrim. Dan didampingi Panit II Reskrim Ipda Toto Hartono langsung ke TKP yang di maksud untuk mengamankan kedua pelaku," ungkapnya.
Saat dilakukan interogasi, sambung Aris, kedua pelaku mengaku baru saja melakukan aksi kejahatannya di sekolah SMA Negeri I Sampali Kecamatan Percut Seituan.
"Kami kemudian melakukan pengembangan dengan membawa kedua tersangka untuk mencari TKP lainnya dan mencari tersangka lainnya. Namun pada saat akan dinaikkan ke atas mobil, kedua pelaku mencoba melakukan perlawanan dengan cara mendorong petugas untuk melarikan diri. Sehingga petugas memberikan tembakan peringatan ke udara namun tak diindahkan. Saat itu juga petugas memberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki kedua tersangka. Setelah itu keduanya dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapat pertolongan medis. Dan selanjutnya keduanya berikut barang bukti diboyong ke mapolsek untuk proses Sidik lebih lanjut," ungkapnya.(imc/andi)


Komentar

Berita Terkini