-->
    |

DPR-RI Dukung Pemprov Sumut Tangani Virus Kolera Babi

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menerima kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI di kantor Gubernur Sumut Jalan P Diponegoro Medan, Jumat (22/11/2019). (foto: ist)


INILAHMEDAN - Medan: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendapat dukungan penuh Komisi IV DPR-RI untuk menangani virus kolera babi di Sumut.

Ketua Komisi IV DPR-RI Sudin menyampaikan hal itu saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Pemprov Sumut di Ruang Rapat Khairuddin Nasution, Lantai 8, Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Jumat (22/11/2019).

Sampai saat ini tercatat ada 10.298 ekor babi yang mati terpapar virus kolera babi dan menjadi perhatian serius DPR-RI.

Sudin mengatakan, Komisi IV akan membantu sekuat tenaga agar permasalahan virus kolera babi di Sumut segera teratasi sehingga tidak menyebar ke daerah lain.

“Kita memberikan dukungan penuh kepada Pak Gubernur untuk mengatasi masalah ini. Kalau perlu relokasi anggaran kita akan bantu. Kita tidak ingin masalah ini semakin besar,” tegas Sudin yang datang bersama anggota Komisi IV lainnya.

Populasi babi di Sumut menurut data terakhir Kementerian Pertanian ada 1.277.471 ekor. Upaya yang perlu dilakukan sekarang, menurut Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI I Ketut Diarmita adalah menyelamatkan sisa babi yang belum terkena virus.

“Masih ada sekitar 1,26 juta babi lagi di Sumut. Kita upayakan sisanya ini tidak terkena virus,” kata Ketut Diarmita.

Sampai saat ini Pemprov Sumut dan Pemda kabupaten/kota sudah berupaya menghentikan penyebaran virus kolera babi. Pemprov Sumut dan pemkab/pemko juga bekerja sama dengan kepolisian menghentikan pembuangan bangkai babi ke sungai, tong sampah dan tempat-tempat umum lainnya dengan cara patroli.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan pihaknya sedang menyosialisasikan kepada peternak-peternak babi agar memberikan bangkai babinya kepada tim yang dibentuk di tiap-tiap kecamatan yang mayoritas masyarakatnya memelihara babi. Selanjutnya bangkai tersebut akan dimusnahkan.(imc/bsk)





Komentar

Berita Terkini