|

Putra-Putri Kebudayaan Medan Diminta Perdalam Pengetahuan Budaya

Wali Kota Medan, Rico Waas menegaskan kekayaan budaya Kota Medan tidak sekadar untuk ditampilkan, tetapi dipahami secara utuh generasi muda yang mengemban misi memperkenalkannya.(foto: bsk)

INILAHMEDAN - Medan: Wali Kota Medan, Rico Waas menegaskan kekayaan budaya Kota Medan tidak sekadar untuk ditampilkan, tetapi dipahami secara utuh generasi muda yang mengemban misi memperkenalkannya.

Rico Waas meminta para pemenang Putra-Putri Kebudayaan Kota Medan yang akan berlaga di tingkat Provinsi Sumatera Utara untuk memperdalam pengetahuan tentang kebudayaan daerah secara komprehensif.

​Pesan tersebut disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi para pemenang Putra-Putri Kebudayaan Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis (01/10/2026).

​Rico Waas menggarisbawahi bahwa pemahaman kebudayaan tidak boleh berhenti pada seni pertunjukan semata, melainkan harus mencakup sejarah hingga kekayaan kuliner yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Medan.

​“Pelajari tentang kebudayaan itu, mulai dari sejarah, kuliner, hingga seni. Kalian harus bisa mempelajari budaya secara mendalam,” ujar Rico Waas.

​Ia menambahkan, keberadaan Duta Budaya memiliki peran strategis dalam menumbuhkan rasa bangga dan cinta generasi muda terhadap keberagaman etnis serta budaya yang hidup harmonis di Kota Medan. Rico Waas juga memberikan apresiasi atas rencana gelaran Pekan Kebudayaan Daerah yang dinilai mampu menjadi wadah edukasi budaya, dengan catatan tetap menjaga keaslian unsur tradisionalnya.

Budayawan Kota Medan Muhar Omtatok yang hadir mendampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution menjelaskan ada enam pasang Putra-Putri Kebudayaan yang siap dikirim ke tingkat provinsi pada November mendatang.

​Audiensi tersebut juga membahas persiapan Pekan Kebudayaan Daerah Kota Medan yang dijadwalkan berlangsung pada 8–10 Oktober 2026 di Lapangan Benteng Medan. Acara tersebut akan menghadirkan Kampung Budaya serta berbagai kompetisi seni dan permainan tradisional seperti zapin kreasi, egrang, berbalas pantun, hingga menegakkan Keris yang melibatkan pelajar SD dan SMP.(imc/bsk)

Komentar

Berita Terkini