INILAHMEDAN - Medan: Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan perubahan APBD (P-APBD) Kota Medan 2026 difokuskan untuk menangani banjir, perbaikan infrastruktur, pendidikan dan penanganan di kawasan Medan Bagian Utara. Catat!
"Sasaran itu semua untuk memperkuat pelayanan publik dan mempercepat pembangunan agar dapat dirasakan masyarakat," kata Rico Waas menjawab pertanyaan fraksi-fraksi DPRD Medan atas Ranperda tentang Perubahan APBD (P-APBD) 2026 dalam sidang paripurna, Senin (21/09/2026).
Rico Waas menjelaskan sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian fraksi-fraksi DPRD, mulai dari pendapatan daerah, penanganan banjir, penciptaan lapangan kerja, pengendalian harga pangan, hingga arah pembangunan kawasan Medan Bagian Utara.
Persoalan banjir juga menjadi salah satu perhatian utama Rico Waas. Menurut dia, penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial hanya pada satu titik.
"Perlu pemetaan lokasi genangan untuk menentukan titik yang menjadi prioritas penanganan," katanya.
Menurutnya, sistem drainase harus ditangani sebagai satu kesatuan, mulai dari kawasan hulu hingga hilir atau outlet pembuangan menuju sungai.
Di bidang pendidikan, Rico Waas menegaskan penambahan anggaran diarahkan untuk memenuhi kebutuhan yang terdampak bencana banjir. Seperti penyediaan pakaian seragam dan perlengkapan sekolah, perbaikan bangunan kelas, pengadaan mebel sekolah, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, hingga pemeliharaan bangunan cagar budaya.
Di sektor infrastruktur, Rico Waas mengatakan akan diarahkan pada program-program prioritas yang telah ditetapkan. Pemko Medan juga tengah melaksanakan rehabilitasi Puskesmas dan Pustu serta rehabilitasi 35 sekolah SD dan SMP Negeri.
Untuk infrastruktur, kata Rico Waas, pihaknya berkomitmen mengoptimalkan penanganan jalan, drainase, jembatan, dan berbagai kebutuhan infrastruktur lainnya.
Rico Waas juga berkomitmen menggelontorkan 35 persen belanja pembangunan untuk Medan Bagian Utara dan telah menyiapkan sejumlah program.(imc/bsk)
