|

Hutama Marga Waskita Raih Rekor MURI Tempat Istirahat Jalan Tol Pertama Miliki Galeri Budaya

PT Hutama Karya (Persero) melalui anak usahanya PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) sebagai pengelola jalan tol Kuala Tanjung – Tebingtinggi – Parapat (Kutepat) kembali menorehkan prestasi dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan dengan meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya di Gedung Jaya Suprana, Jakarta, pada Kamis (13/08/2026).(foto: ist)

INILAHMEDAN - Jakarta: PT Hutama Karya (Persero) melalui anak usahanya PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) sebagai pengelola jalan tol Kuala Tanjung – Tebingtinggi – Parapat (Kutepat) kembali menorehkan prestasi dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan dengan meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya di Gedung Jaya Suprana, Jakarta, pada Kamis (13/08/2026).

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen Hutama Karya dalam menghadirkan inovasi pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada kenyamanan dan kebutuhan pengguna jalan, namun turut mendukung pelestarian budaya di Sumatera Utara.

Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi atas hasil kerja keras dan komitmen Hutama Karya melalui anak usahanya Hamawas, dalam menghadirkan inovasi Galeri Budaya di Rest Area KM 99.

“Kami sangat berterima kasih kepada MURI yang telah memberikan penghargaan ini sehingga Hutama Karya mendapatkan pengakuan atas hasil kinerja selama ini. Kami yakin pencapaian ini terjadi karena adanya sinergi dan kerjasama antar semua pihak,”ujar Hamdani.

Direktur Utama Hamawas, Dindin Solakhuddin, mengatakan Sumatera memiliki kekayaan budaya yang beragam dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat. Berangkat dari hal tersebut, Hamawas menghadirkan Galeri Budaya di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 99 sebagai ruang yang tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenal dan mengapresiasi kekayaan budaya Sumatera.

Dalam menghadirkan Galeri Budaya tersebut, Hamawas berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari komunitas, tokoh masyarakat, budayawan, hingga pegiat sosial di Sumatera Utara. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Hamawas untuk menghadirkan konsep pelayanan yang lebih bermakna dengan mengintegrasikan unsur budaya dan kearifan lokal ke dalam pengalaman perjalanan pengguna jalan tol.

Galeri Budaya yang berada di Rest Area KM 99 dirancang sebagai ruang interaksi yang memperkenalkan beragam unsur kebudayaan lokal. Tidak hanya pada aspek pelestarian budaya, keberadaan galeri tersebut juga menjadi bagian dari upaya Hamawas dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dalam kegiatan penganugerahan Rekor MURI tersebut, anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Masyarakat, Tulus Abadi, mengatakan bahwa keberadaan Galeri Budaya di Rest Area KM 99 dapat menjadi contoh bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lainnya untuk terus menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam memberikan kenyamanan serta pengalaman yang lebih bermakna bagi pengguna jalan.

Pada Galeri Budaya tersebut, pengunjung dapat mengenal lebih dekat keberagaman suku dan budaya yang terdapat di Sumatera Utara melalui Galeri Singgah Daya. Area panel infografis menyajikan berbagai informasi mengenai suku budaya, artefak, alat musik tradisional, serta rumah adat yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Sumatera Utara.
Selain itu, terdapat area Main Exhibition yang menghadirkan cerita rakyat dari Kabupaten Batu Bara, sehingga pengunjung dapat mengenal lebih dekat kisah dan nilai-nilai budaya yang berkembang di masyarakat. Galeri ini juga dilengkapi dengan zona Media Interaktif yang memungkinkan pengunjung untuk berinteraksi dan bermain melalui berbagai permainan edukatif, seperti permainan memanah dan Magnifier Finding Kamaruddin.(imc/rel)

Komentar

Berita Terkini