![]() |
| Harvick Hasnul Qolbi.(foto: ist) |
INILAHMEDAN - Jakarta: Co-Founder Forum Intelektual Muda (FIM) Muhammad Sutisna mendorong perbaikan tata kelola perdagangan nasional. Tantangan ekonomi global dan domestik, menurut pengamat kebijakan publik ini, menuntut adanya reformasi kebijakan dagang yang lebih adaptif, protektif terhadap industri lokal, dan berorientasi pada kedaulatan ekonomi.
Untuk melakukan perubahan itu, kata Sutisna, dibutuhkan figur potensial, kredibel dan kaya pengalaman untuk memimpin sektor perdagangan.
"Kalo kami ditanya siapa sosok yang mampu mengubah wajah perdagangan, tentu yang memiliki pengalaman, Harvick Hasnul Qolbi," kata Sutisna di Jakarta, Selasa (27/07/2026).
Pengalaman Harvick Hasnul Qolbi saat menjadi Wakil Menteri Pertanian hingga Plt Menteri Pertanian di era kabinet lalu, kata Sutisna, berhasil meningkatkan produktivitas UMKM berbasis komoditas pertanian sebesar 15 persen di Jawa Timur.
Selain itu, lanjutnya, dia memiliki modal dan landasan sosial-keagamaan yang kuat melalui keterlibatannya di Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), Bendahara PBNU, dan ICMI untuk menjembatani kepentingan domestik dan global.
"Harvick juga dinilai mampu menjadi pemecah kebuntuan di tengah gejolak perang tarif internasional yang kerap menekan harga komoditas utama Indonesia," sebutnya.
Harvick juga memiliki potensi besar memperbaiki kebijakan ekspor impor dengan pendekatan lebih protektif demi melindungi industri lokal.
"Kebijakan perdagangan harus diarahkan untuk mendorong ekspor produk bernilai tambah tinggi guna menciptakan surplus perdagangan yang berkelanjutan bagi ekonomi nasional. Jadi Harvick memang pilihan yang tepat dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo khususnya dalam dunia perdagangan," pungkasnya.(imc/yud)
