|

Wali Kota Wesly Hadiri Rapat Laporan Tahunan Perumda Tirta Uli, Laba 2025 Rp2,8 M

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) menghadiri Rapat Laporan Tahunan Perumda Air Minum Tirta Uli dan Penetapan Dividen Tahun Buku 2025.(foto: har)

INILAHMEDAN - Pematangsiantar: Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) menghadiri Rapat Laporan Tahunan Perumda Air Minum Tirta Uli dan Penetapan Dividen Tahun Buku 2025.

Rapat berlangsung di Aula Kantor Perumda Air Minum Tirta Uli, Jalan Porsea Kelurahan Teladan Kecamatan Siantar Barat, Selasa (09/06/2026).

Dalam rapat tersebut disampaikan untuk Tahun Buku 2025 Perumda Air Minum Tirta Uli memeroleh laba sebesar Rp2.806.700.614. Sedangkan deviden (pembagian laba) untuk Pemko Pematangsiantar Rp1.351.000.000.

Wali Kota Wesly Silalahi berharap Perumda Air Minum Tirta Uli memperkuat visi menjadi Perumda yang maju dengan kualitas pelayanan yang prima, sehat, dan ikut serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Juga harus mampu mengelola perusahaan untuk menjamin pendistribusian kepada masyarakat Kota Pematangsiantar dan sekitarnya secara baik dan berkesinambungan," katanya.

Wesly menyampaikan beberapa poin penekanan utama peningkatan pelayanan air minum, yaitu kualitas air aman dan memenuhi standar mutu, kuantitas menyangkut debit air memadai untuk kebutuhan pokok dan iontinuitas aliran air 24 jam.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Uli Arianto mengatakan pihaknya Menyusun Laporan Tahunan Perusahaan Tahun Buku 2025 sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada KPM,l sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah.

Dipaparkan, jumlah pegawai Perumda Air Minum Tirta Uli sampai periode 31 Desember 2025 sebanyak 251 orang. Terdiri dari pegawai tetap 230 orang dan Pegawai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) 21 orang.

Untuk Pendapatan Keuangan Tahun 2025, sesuai Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar Rp75.455.328.228. Sedangkan realisasi Rp74.947.108.828 atau 99,33 persen. Untuk Biaya, sesuai RKAP sebesar Rp72.976.412.860, dan realisasi/capaian sebesar Rp72.140.408.214 atau 98,85 persen. Sementara Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain setelah pajak dengan RKAP sebesar Rp2.478.915.368, tercapai realisasi Rp2.806.700.614 atau 113,22 persen.(imc/har)

Komentar

Berita Terkini