![]() |
| Silaturahmi Gubernur Sumut Bobby Nasution dengan seratusan pemimpin redaksi media di aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan, Senin (25/08/2025).(foto: bsk) |
INILAHMEDAN - Medan: Lebih dari sebuah tayangan - atau semacam sindirian yang sifatnya jenaka. Penggalan tayangan talk show 'Lapor Pak' di TV swasta nasional yang disuguhkan Gubernur Sumut Bobby Nasution lebih mengisyaratkan kondisi kekinian soal dilematis para pemimpin - apakah bangsa atau daerah. Simak Yuk..!
Berpanjang lebar dalam pidatonya pada pertemuan silaturahmi dengan seratusan pemimpin redaksi media di aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan, Senin (25/08/2025), Gubernur Bobby Nasution menjelaskan sesuatu yang sebenarnya cukup urgen. Berkenaan dengan program pembangunan di Sumut, baik yang sudah, sedang dan akan dilakukan, tapi ending dari pesan yang disampaikan Bobby - boleh dibilang cukup menohok: seperti menggambarkan kondisi dilematis berkaitan dengan fakta yang harus dijawab dengan sesungguhnya, namun berdampak memunculkan narasi-narasi yang berbeda dan 'nyeleneh' meski dijawab dengan jujur.
Dalam tayangan video itu, tersebutlah seorang pria, agak tambun, berkumis, dikenal sebagai komika, Regen, tengah diinterogasi penyidik.
"Pilih mana, anda lebih suka mana, makanan Ketoprak atau Bubur Ayam?," tanya penyidik.
Dengan enteng Regen lebih suka Ketoprak. "Saya lebih suka Ketoprak," jawab Regen.
Jawaban jujur Regen menjadi dilematis baginya. Dia jadi bingung dan sulit menjelaskan.
"Jadi anda benci Bubur Ayam," tanya penyidik.
"Gak seperti itu maksudnya," kilah Regen.
"Anda suka Ketoprak, berarti anda benci Bubur Ayam," kata penyidik.
"Gak seperti itu. Gini aja. Saya suka Ketoprak tapi kuahnya Bubur Ayam," jawab Regen mencari jalan tengah, sontak membuat banyak yang tertawa pada pertemuan itu.
Tayangan video yang kedua disuguhkan Bobby soal jawaban Regen pada tayangan podcast Dedy Corbuzer yang dihadiri Sule. Seperti diketahui, program Hitam Putih dibawakan Dedy Corbuzer dan program Ini Talk Show dibawakan Sule.
"Saya tanya, pilih mana, program Hitam Putih atau Ini Talk Show," tanya Dedy.
Regen dilematis untuk memilih antara satu. Dipilih Hitam Putih gak enakan sama Sule. Dipilih Ini Talk Show gak enak sama Dedy.
Regen juga akhirnya mendapat jalan keluar (solusi). Dia mengkolaborasi dua program menjadi satu. "Saya suka program 'Ini Hitam Putih Talk Show'. Huehehe," jawabnya enteng.
Dua penggalan tayangan video itu mengisyaratkan kondisi kekinian yang sering terjadi di masyarakat. Jawaban Regen yang jujur soal pilihan makanan - dipersepsikan dengan program-program pembangunan berikut kebijakan - sering disalahmaknakan dan tentu sering menjadi perdebatan soal suka tidak suka.
Pilihan Regen atas Ketoprak malah dijadikan narasi kalau dia benci Bubur Ayam. Narasi kebencian itu 'sengaja' dibesar-besarkan. Bahkan menjadi semacam pembenaran. Fakta atas jawaban jujur Regen suka Ketoprak malah dianggap benci Bubur Ayam.
Mungkin bagi Regen, sah saja dia berujar: Dunia selalu saja menyajikan paradoks. Mungkin.(bambang sri kurniawan)
