![]() |
| Ketua Umum Satuan Tugas (Satgas) Himpunan Masyarakat Tani Nusantara (HMTN) Merah Putih Nasional Budi Ilham Nasution.(foto: dok) |
INILAHMEDAN - Medan Ketua Umum Satuan Tugas (Satgas) Himpunan Masyarakat Tani Nusantara (HMTN) Merah Putih Nasional Budi Ilham Nasution siap mengemban amanah melakukan pendataan lahan pertanian di seluruh provinsi apakah sedang berperkara (konflik) atau tidak.
"Berdasarkan instruksi ketua umum (HMTN) tadi, saya siap turun ke seluruh provinsi mendata lahan pertanian apakah berkonflik atau tidak. Itu tadi yang saya tangkap dari pernyataan ketua umum," kata Budi Ilham Nasution usai menghadiri pelantikan 33 DPD HMTN kabupaten kota di Sumut di aula Tengku Rizal Nurdin kantor Gubernur Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (29/07/2025). Keberadaan HMTN sendiri sasarannya untuk melaksanakan dan mengawal program ketahanan pangan sebagai nawacita yang digagas Presiden Prabowo.
Budi Ilham Nasution tidak menampik banyak persengketaan lahan (pertanian), terutama di Sumatera Utara yang sulit diselesaikan. Bahkan ia menilai konflik lahan yang bermasalah di Sumut tersebut luar biasa.
"Sebenarnya tidak ada lahan yang bermasalah. Yang bermasalah itu oknumnya. Terlalu membiarkan, tidak memberikan alasan," kata Budi Ilham.
Alhasil, kata Budi Ilham, masyarakat yang berharap dan mengharapkan persoalan lahan selesai justeru tidak pernah mendapat kepastian hukum di atas objek tanah yang diganggu mafia tanah.
Memakmurkan suatu program pertanian, kata Budi, lahan tersebut harus steril tanpa ada permasalahan hukum.
"Nah, tugas saya turun langsung membantu masyarakat untuk menyelesaikannya. Jadi pemerintah harus melihat faktor hukum yang kuat untuk menjamin kepastian hukum," katanya.
Selama ini, kata dia, masyarakat diminta membuat pengaduan hukum, lalu dibiarkan, setelah itu ditelantarkan tanpa ada suatu yang posisinya memberdayakan masyarakat dalam suatu pertanian.(imc/bsk)
