|

Polisi Tetapkan 5 Tersangka Kasus TPPO Mahasiswa Magang di Jerman

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani. (foto : dok)

INILAHMEDAN
- Jakarta : Bareskrim Polri menetapkan lima tersangka kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bermodus magang atau ferienjob di Jerman. 

Kelima tersangka tersebut yakni AJ (52), SS (65), MZ (60), ER (39), dan AE (37). Para tersangka memiliki peran yang berbeda-beda untuk meyakinkan para korbannya. 

Diketahui ferien job yang ditawarkan oleh para pelaku ini awalnya berkedok program magang. Namun kenyataannya para mahasiswa diperkerjakan layaknya buruh di negara Jerman. 

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 4 UU No 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), pasal 11 UU No 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). 

Lalu, pasal 15 UU No 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan pasal 81 UU No 17/2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. 

" Lima orang tersangka ini dari berbagai peran yang ada, baik itu agen yang menawarkan kemudian dari pihak universitas yang mensosialisasikan termasuk yang menawarkan kepada beberapa mahasiswa," jelas Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro pada pers, Rabu (27/03/2024). 

Sebelumnya, beberapa mahasiswa yang mengaku menjadi korban kasus dugaan perdagangan orang (TPPO) dengan modus magang di Jerman mulai angkat bicara.

Nita (bukan nama sebenarnya 22 tahun) salah satu mahasiswi perguruan tinggi di Jawa, dirinya merupakan satu dari 1.047 mahasiswa korban kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus pengiriman program magang mahasiswa ke negara Jerman melalui program Ferienjob.

Ada 33 universitas di Indonesia yang tergabung dalam program yang disosialisasikan oleh PT CVGEN dan PT SHB. " Kami para mahasiswa juga ingin speak up biar pelaku jera," imbuhnya. 

Kini Polri sudah menetapkan lima tersangka, yakni ER alias EW; A alias AE, SS, AJ dan MJ. Dua dari lima tersangka itu masih berada di Jerman. Sedangkan seluruh korban sudah berada di Indonesia, termasuk Nita.  (imc/joey) 


Komentar

Berita Terkini