|

PON 2024, Pj Gubernur Sumut Tekankan Pentingnya Tertib Administrasi

Pj Gubernur Sumut Hasanuddin saat membuka Rapat Kerja KONI Sumut tahun 2024 di Hotel Grand Mercure Medan, Sabtu (03/02/2024).(foto: bsk) 

INILAHMEDAN - Medan: Pj Gubernur Sumatera Utara Hassanudin menekankan pentingnya mengedepankan tertib administrasi terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 di mana Sumatera Utara akan menjadi tuan rumah bersama Aceh. 

"Tertib administrasi adalah hal yang tidak kalah penting dilaksanakan semua pihak yang terlibat saat kita menjadi tuan rumah PON," katanya saat membuka Rapat Kerja KONI Sumut tahun 2024 di Hotel Grand Mercure Medan, Sabtu (03/02/2024).

Raker KONI Sumut itu berlangsung dua hari pada 3 - 4 Februari 2024, mengusung tema "Bersama Kita Wujudkan Prestasi Terbaik Pada PON XXI Aceh -Sumut 2024. 

Hassanudin mengatakan, tertib administrasi itu perlu ditekankan kepada semua pihak di daerah itu agar nantinya seusai PON digelar tidak ada yang bermasalah karena kesalahan administrasi. 

"Berkaca pada beberapa kali pelaksanaan PON sebelumnya di sejumlah provinsi, karena tidak tertib  administrasi, akhirnya harus bermasalah. Padahal sebenarnya dari sisi pelaksanaan, PON berjalan dengan sukses," tutur mantan Pangdam I Bukit Barisan tersebut. 

Sumatera Utara sendiri dalam PON mendatang mengusung misi lima sukses yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses perekonomian rakyat, sukses administrasi dan sukses pemanfaatan venue pasca PON.

Hassanudin selaku pejabat gubernur mensyukuri Sumatera Utara mendapat kehormatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan PON XXI/2024 bersama  Provinsi Aceh. PON  kali ini tentunya sangat bersejarah karena untuk pertama kalinya digelar di dua provinsi.

Demi suksesnya PON, sampai sekarang berbagai persiapan terus dilakukan dan tentunya agar persiapan lebih matang diharapkan semua pihak untuk bersama-sama saling bahu membahu dan sesuai dengan rencana awal pelaksanaan PON tetap akan digelar September 2024.

Memang, lanjut dia, pada saat rapat terakhir di Jakarta yang  ia ikuti terkait pelaksanaan PON ada beberapa evaluasi dan arahan dari presiden yang menjadi pedoman tentang PON..Dan tentang persiapan tidak perlu ditunda tunda, teruslah dilaksanakan sesuai dengan target-target yang diberikan, baik persiapan atlet yang akan menghadapi PON maupun venue yang nantinya akan digunakan maupun berbagai persiapan lainnya sebagai upaya meraih lima misi sukses yang diusung tersebut .

"Dalam kesempatan ini saya mengajak semua pihak untuk sama sama berperan demi suksesnya lima misi tersebut. Memang semua persiapan itu tetap harus berpedoman pada budget .Saya yakin rencana  yang sudah disusun tentunya sudah sangat bagus demi suksesnya PON,.Yang jelas kita sebagai tuan rumah harus memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaiknya ," katanya.

Dalam kesempatan itu ia juga mengajak semua insan olah raga  untuk memanfaatkan rasa memiliki olahraga dengan memanfaatkan dukungan dukungan yang bisa dihimpun dari semua pihak untuk kejayaan olahraga di daerah itu.

Sekali lagi semuanya itu harus tetap mengedepankan tertib administrasi dan semuanya itu harus masuk dalam sistem. Pada saat dirinya  diamanahkan sebagai PJ Gubernur Sumut, salah satu yang ditekankan adalah untuk memperhatikan penyelenggaraan PON oleh bapak presiden.

Pengalaman pengalaman penyelenggaraan PON di beberapa provinsi sebelumnya yang berakhir kurang bagus dari sisi tertib administrasi harus menjadi pelajaran bagi Sumatera Utara. Semua tidak perlu ragu menjalankan apa yang sudah direncanakan jika tetap berpedoman pada tertib administrasi dari lima misi sukses yang di usung di PON mendatang.

"Tidak seorang pun yang menentukan masa depan dan harga diri kita melainkan kita  sendiri. Orang  lain hanya bisa mentertawakan manakala kita gagal. Jadi harga diri tidak bisa ditukar dengan "Bika Ambon".Harga diri kita adalah tetap juara.," tambahnya.

Sebelumnya Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis mengatakan persiapan Sumut saat ini untuk menghadapi PON XXI/2024 terus dimatangkan terutama dalam sisi persiapan atlet.  Untuk tahun 2023blalu ada 1.048 atlet dan 218 pelatih dari 56 pengprov mengikuti program Pelatda jangka panjang. 

Saat ini tercatat ada 70 atlet yang masuk kategori elite atau super prioritas. Mereka adalah atlet yang meraih medali emas pada kejurnas tahun 2022 dan 2023. Sementara ada 165 atlet yang masuk kategori prioritas yang merupakan atlet peraih perak dan perunggu di kejurnas.

"Kita harapkan dari 235 atlet yang masuk kategori super prioritas dan prioritas ini,  30 persen saja bisa meraih emas tentu kita sudah ada di posisi empat besar di PON mendatang, " katanya. 

Tentunya jika hendak masuk dalam tiga besar atau dua besar harus berjuang lebih keras lagi, karena berdasarkan  sejumlah kejurnas tahun 2022 dan 2023 pada sejumlah kejurnas, dominasi peraihan emas masih didominasi atlet dari tiga provinsi di Jawa yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Memang  sampai sekarang ketiga provinsi itu tetap memiliki SDM SDM  yang  lebih.Inilah yang menjadi salah satu tantangan, bagaimana kita bisa dan mampu bersaing dengan mereka. Ini tentunya butuh dukungan semua pihak, baik pengprov, pelatih dan semua insan olahraga di. Sumatera Utara.

Sementara Kadispora Sumut Baharuddin Siagian memaparkan untuk persiapan tuan rumah PON XXI/2024, beberapa langkah yang dilakukan diantaranya membangun sejumlah venue baru  maupun melakukan renovasi dari pasilitas yang sudah ada.

Saat ini pembangunan stadion dan sejumlah venue sedang berlangsung di Desa Sena Kabupaten Deli Serdang dan direncanakan akhir Agustus sudah selesai dikerjakan. Demikian juga renovasi terhadap sejumlah venue juga sedang dan sudah selesai dikerjakan.

"Stadion di Desa Sena dan venue untuk martial art sedang berlangsung pembangunannya. Beberapa venue yang direhap juga sudah hampir rampung  seperti GOR Futsal dan lainnya," beber Bahar.(imc/bsk) 

Komentar

Berita Terkini