|

Prioritas Karya Anak Bangsa, TNI AL Bangun Kapal Patroli Produksi Dalam Negeri Pada 2024

Kasal Laksamana M Ali. (foto : dok) 


INILAHMEDAN
- Batam : Guna memenuhi kebutuhan sejumlah kapal patroli di wilayah perairan Indonesia yang luas, TNI Angkatan Laut (TNI AL) akan memprioritaskan pembangunannya di dalam negeri.

Demikian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muhammad Ali pada awak media dalam acara Delivery Ceremony KRI Marlin-877 Patkamla Jefman dan Pengukuhan Komandan KRI Marlin-877 serta Penyematan Tanda Pangkat Komandan Patkamla Jefman di Dermaga Utara Baru I, Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Rabu (20/12/2023).

" Untuk pengadaan dari anggaran rutin TNI AL, kita akan membangun kapal lagi, tepatnya sekitar 2 sampai 3 kapal, sedangkan untuk Patkamla ada beberapa yang akan dibangun. Semuanya dibangun di dalam negeri sesuai dengan perintah presiden untuk mengembangkan industri pertahanan dalam negeri dan industri perkapalan dalam negeri," ungkapnya. 

Kasal juga menyampaikan bahwa kapal-kapal tersebut akan dibangun pada galangan kapal berbagai wilayah di Indonesia seperti di Batam, Lampung dan beberapa wilayah di Pulau Jawa. Hal itu untuk membuat seluruh industri pertahanan dalam negeri dapat berkembang.

Saat ini TNI AL telah banyak menggunakan kapal, baik itu Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), Patroli Keamanan Laut (Patkamla)/Special Mission Combat Boat, Kapal Angkatan Laut (KAL) dan Harbour Tug buatan galangan kapal dalam negeri. Kualitas dari kapal-kapal buatan dalam negeri tidak kalah.

" Banyak kapal buatan dalam negeri telah memenuhi standar yang telah ditetapkan, bahkan melebihi ekspetasi yang diinginkan. Seperti KRI Marlin-877 yang bisa mencapai kecepatan maksimal 28 knot dari kecepatan standar 24 knot dan berbagai keunggulan lainnya," paparnya. 

Sedangkan Patkamla Jefman memiliki beberapa keunggulan yaitu memiliki Armour Protection Standard STANAG Level 2, mampu beroperasi di medan pesisir laut, alur sungai dan daerah rawa. 

Dengan kecepatan maksimal 47 Knots dan kelincahan yang dimiliki Special Mission Combat Boat ini mampu memenuhi berbagai misi operasi baik Infiltrasi, Eksfiltrasi maupun misi SAR sangat baik.

Dia menyampaikan pula bahwa kebutuhan akan kapal-kapal patroli tersebut penempatannya akan diprioritaskan di wilayah Indonesia Timur tepatnya di wilayah operasi Koarmada III. 

Dimana pada saat ini pemenuhan akan kapal patroli di wilayah Koarmada III masih dirasa kurang, dihadapkan dengan luasnya wilayah operasi dan ancaman potensial seperti permasalah wilayah perbatasan, penyelundupan, illegal fishing, narkotika dan ancaman-ancaman lainnya.

TNI AL akan terus berkomitmen untuk melaksanakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), serta mengurangi produk impor. 

Langkah itu guna mendukung pemerintah dalam meningkatkan perekonomian, sekaligus sebagai wujud kemandirian bangsa dalam pemenuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dan meningkatkan peran Indonesia dalam rantai suplai global. (imc/joey)


Komentar

Berita Terkini