-->
    |

KKS TNI AD Ajang Kompetitif Di Era Milenial


INILAHMEDAN
- Jakarta : Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjen Nurchahyanto membuka final Kompetisi Komunitas Siber TNI Angkatan Darat (KKS TNI-AD) di Hotel Bidakara Grand Pancoran,Jakarta Selatan pada Rabu (09/12/20). 

Para pesera perlombaan KKS TNI-AD terdiri dari tiga kategori yaitu, pelajar, umum dan militer. Yang lolos ke babak final mewakili beberapa provinsi di Indonesiaseperti DKI Jakarta, Jawa Timur. 

Jawa Barat, Jawa Tengah, Riau, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Mereka dihadapkan dengan skenario terakhir yaitu Attack & Defense untuk memperebutkan gelar juara.

Dalam babak final itu dipilih masing-masing lima tim dari kategori umum, pelajar dan militer setelah diseleksi melalui serangkaian skenario kompetisi yang seru dan menantang seperti Cryptography. 

Digital Forensic, OSINT (Open Source Intelligence), Reverse Engineering & Binary exploitation, Web Vulnerability Exploitation dan Attack & Defense.

Setelah melalui babak final yang kompetitif tersebut, pemenang kategori TNI diraih oleh tim ShareLinkGan sebagai juara pertama, Tim FLAG{INiTiaL_d-rEborn} juara kedua dan Tim Meal Ready to Eat meraih juara ketiga. 

Sedangkan pemenang kategori umum diraih Tim UH RUWET sebagai juara pertama, tim אלוף juara kedua dan tim Nama Tim Pake Apa Nih? sebagai juara ketiga.

Untuk kategori pelajar, para pemenang sudah dipilih langsung di babak penyisihan online. Juara pertama diraih oleh Tim Super H!ker yang terdiri dari tiga orang yaitu Athaya Pranawa, Bagas Wibowo, dan Nizam Abdullah. 

Juara kedua diraih oleh Kyros dengan peserta atas nama Faiz Jazadi dan juara ketiga diraih oleh Tim John the Kipper yang dibentuk oleh tiga orang. Yaitu Bill Elim, Muhammad Fathoni dan Fahrizal Akbar. 

Para pemenang KKS TNI-AD mendapatkan total hadiah uang tunai ratusan juta rupiah. Dan juga menjadi kebanggaan bangsa karena sebagai generasi muda yang lahir pada era milenial. 

Perserta tersebut merupakan para individu yang adaptif dan mampu untuk mengikuti kemajuan dan perkembangan IT. 

KKS TNI-AD ini direncanakan akan menjadi kompetisi tahunan oleh Pussansiad. Dengan menyesuaikan tren keamanan siber ke depan. 

Karena perkembangan bidang keamanan siber sangat pesat, baik dari sisi kemampuan menyerang, bertahan maupun analisa setelah insiden.  

Kompetisi dinilai sangat diperlukan untuk menjadi wadah bagi mereka yang memiliki minat dan bakat di bidang keamanan siber untuk mengarah ke sesuatu yang bernilai positif. 

Tidak hanya itu, KKS TNI-AD juga bisa menjadi ajang meningkatkan persaudaraan sesama komunitas siber satu. 

Disebutkan, Pusat Sandi dan Siber TNI Angkatan Darat (Pussansiad) memiliki tugas pokok menyelenggarakan pembinaan personel serta fungsi sandi dan siber dalam rangka mendukung tugas TNI AD.

" Penyelenggaraan KKS TNI-AD ini menjadi salah satu bentuk program Pussansiad untuk melakukan pembinaan dan mewadahi talenta dalam bidang keamanan siber, serta untuk ikut melindungi kedaulatan tanah air di ranah siber, " ujar Aster Kasad.

Babak final tersebut berlangsung setelah menjaring lebih dari 300 peserta di seluruh Indonesia pada 23 dan 24 November lalu. 

Komandan Pussansiad Brigjen Iroth Sonny Edhi menyampaikan melalui kompetisi Komunitas Siber ini TNI AD ingin memperkuat sistem keamanan dari ancaman fisik maupun non fisik. 

" Termasuk penguatan siber yang kita sebut dengan antivirus termasuk juga firewall kita perkuat juga, termasuk pengembangan Security Operation Center (SOC). Kita sedang memperkuat itu semua,” katanya. 

Dijelaskan, ada juga serangan siber khususnya informasi hoaks ataupun ancaman ujaran kebencian. Sehingga, pihaknya juga terus melakukan patroli siber bahkan edukasi agar menggunakan media sosial dengan bijaksana. (imc/joy)



Komentar

Berita Terkini