-->
    |

DPRDSU Kecewa BMBK Telantarkan Perbaikan Jalan Provinsi Jurusan Humbahas - Pakpak Bharat

Anggota DPRD Sumut Franc Bernhard Tumanggor saat meninjau jalan provinsi jurusan Kabupaten Humbahas - Batugajah Sion Julu tembus Kabupaten Pakpak Bharat yang terkesan diterlantarkan, sehingga belum bisa dilintasi kendaraan umum.(foto: nem)

INILAHMEDAN - Medan: Anggota DPRD Sumut Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor kecewa terhadap Pemprov Sumut yang terkesan menterlantarkan perbaikan jalan provinsi jurusan Kabupaten Humbahas - Batugajah Sion Julu tembus Kabupaten Pakpak Bharat. Alhasil jalan tersebut belum bisa dilintasi kendaraan umum.

"Kita mendesak Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Cq Dinas BMBK (Bina Marga dan Bina Konstruksi) Sumut untuk segera mengalokasikan anggaran perbaikannya di APBD Sumut," kata Franc Bernhard Tumanggor kepada wartawan saat dihubungi yang tengah meninjau jalan tersebut, Kamis (12/03/2020).

Menurut France, sudah 75 tahun Indonesia merdeka, tapi jalan provinsi jurusan Humbahas - Pakpak Bharat masih belum layak untuk dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Padahal, jalan itu hanya sepanjang 7 Km saja dari Batugajah Desa Sion Julu hingga ke Perbatasan Pakpak Bharat yang belum diaspal.

"Masyarakat sangat kecewa terhadap Pemprov Sumut yang menterlantarkan perbaikan jalan tembus antar kedua kabupaten via Delleng Simpon (Gunung Simpon) ini, karena kawasan itu merupakan urat nadi masyarakat di wilayah kedua kabupaten yang bertetangga tersebut," tambah Franc.

Padahal, tambah anggota Komisi B ini, Pemkab Pakpak Bharat sudah berulang kali mengusulkan ke Pemprov Sumut, baik melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD), untuk segera diperbaiki. Tapi hingga kini tidak ada realisasinya.

Menurut Franc, masyarakat sangat menginginkan agar ruas jalan ini menjadi prioritas pembangunan yang dianggarkan pada tahun mendatang, khususnya
pada ruas Kabupaten Humbahas - Batu Gajah - Deleng Simpon yang kondisinya sangat tidak layak untuk dilalui.

Putra mantan Bupati Dairi MP Tumanggor ini memberi masukan jika jalan tersebut diperbaiki dan diaspal, bukan saja membuka akses jalan antar kedua kabupaten, tapi juga akan "menjual' panorama alam Pakpak Bharat yang memiliki potensi wisata yang luar biasa.

"Ini bukan hanya untuk Pakpak Bharat semata, tetapi juga peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup kabupaten tetangga serta Sumatera Utara pada umumnya," terang Franc.

Sementara Kadis BMBK Sumut Efendy Pohan saat dihubungi melalui telepon mengatakan Pemprov Sumut bukan menterlantarkan pembangunan jalan tembus Kabupaten Humbahas-Pakpak Bharat, tapi hanya menunggu penyelesaian proses hukum.

"Status jalan itu dulu ada masalah hukum terkait putus kontrak terhadap perusahaan pemenang tender pada 2017. Jadi belum bisa kita lanjutkan pembangunannya atau pengalokasian anggarannya di APBN 2020, sehingga masih tertunda," ujar Efendy Pohan.

Namun Efendy berjanji akan memprioritaskan pengalokasian anggaran pembangunannya di APBD 2021, karena sarana penghubung antar kabupaten ini sangat strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Memang diakui Efendy, ada sejumlah titik ruas jalan yang perlu dialihkan, karena kemiringannya terlalu tajam. "Tapi semua sudah kita bahas dan akan diputuskan di Musrenbang Sumut," katanya.(imc/nem)



Komentar

Berita Terkini