-->
    |

Unpri Gelar Seminar Nasional Tantangan Revolusi Industri 4.0


INILAHMEDAN - Medan: Sekolah Pascasarjana Universitas Prima Indonesia (Unpri) menggelar Seminar Nasional Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0.

Hadir sebagai pembicara Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Kristen Maranatha Prof Dr Wilson Bangun SE MSi, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kabanjahe Dr Dahlan SH MH, Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Medan (Unimed) Dr Jufri Darma SE MSi Ak CA, Sekretaris Program Studi Magister Kenotariatan Sekolah Pascasarjana Unprei Dr Elvira Fitriyani Pakpahan SHI MHum.
   
Seminar dihadiri pendiri Unpri Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM, Ketua BPH Unpri Dr Tommy Leonard SH MKn, Direktur Sekolah Pascsarjana Unpri Dr Azharuddin SH MKn, Wakil Rektor I Seno Aji SPd MEng Prac dan Sekretaris Prodi Magister Ilmu Hukum Kartina Pakpahan.
   
Prof Wilson Bangun dalam paparannya menjelaskan tentang berbagai pengalaman pada negara-negara terbelakang dengan  mengimpor barang modal dalam pembangunan ekonomi. Namun Lantaran kekurangan tenaga terampil maka mereka akan  terkendala pada pengoperasiannya.
   
Sementara Jufri Darma dalam paparannya menjelaskan tentang ilmu akuntansi dan perkembangannya di dunia. Menurutnya, akuntansi adalah seni/proses/sistem informasi/teknologi informasi yang mencatat, mengklasifikasikan, mengihtisarkan dan melaporkan informasi.

Direktur Sekolah Pascsarjana Unpri Azharuddin dalam sambutannya mengatakan kegiatan seminar nasional ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan di Sekolah Pascasarjana Unpri.

Azharuddin mengatakan, bukan hanya dari sisi pemerintah yang perlu dan siap dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 tetapi pihak penyelenggara pendidikan juga mempunyai peran dalam menghadapi Revolusi Industri.

Di tempat terpisah, Ketua BPH Unpri Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan, mengatakan, era Revolusi Industri 4.0 menjadi ihwal yang tak terelakkan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Karena itu, kata Tommy, dalam menghadapi revolusi industri 4.0 bukan hanya soal kesiapan infrastrukturnya saja yang baik, tetapi juga soal kualitas SDM sangat juga penting.(imc/bsk)

Komentar

Berita Terkini