|

Tentang Hasyim, Karir Politik dan Fakta Mengagetkan..!

Ketua DPRD Medan Periode 2019-2024 Hasyim SE

INILAHMEDAN - Medan: Dipercaya menjadi Ketua DPRD Medan sementara periode 2019-2024, banyak fakta tentang sosok Hasyim SE. Fakta yang paling mengagetkan dari seorang Huang Kien Lim ini (nama Tionghoanya), ternyata pernah sekolah di Perguruan Islamiyah di Jalan Meranti, Kelurahan Skip, Kecamatan Medan Petisah.

"SD dan SMP saya sekolah di sana (Perguruan Islamiyah)," tutur Hasyim saat berbincang-bincang dengan wartawan di ruang kerjanya di DPRD Medan, kemarin.

Dalam pendidikannya di sekolah itu, Hasyim selalu teratas di banding teman-teman muslimnyal. Bahkan Hasyim mahir menulis huruf Arab sehingga menjadi perhatian Guru Agama Islamnya, Janibar (almarhum).

"Nilai pendidikan saya lebih tinggi dari teman-teman sekelas yang beragama Islam,” kenangnya.

Mengawali karir politiknya, Hasyim tidak pernah mengira bisa duduk di legislatif. Apalagi waktu itu, katanya, etnis Tionghoa masih asing di dunia perpolitikan, terlebih-lebih di Kota Medan.

"Ternyata respon masyarakat Kota Medan akan kehadiran etnis Tionghoa di legislatif sangat baik. Saya terpilih menjadi wakil rakyat periode 2009-2014," kenangnya.

Dengan memperoleh suara 4000 lebih dari Dapil III yang waktu itu meliputi Kecamatan Medan Petisah, Medan Barat dan Medan Helvetia, Hasyim mengaku menyosialisasikan dirinya bermodal pengalamannya sebagai sales.

"Saya memperkenalkan diri door to door. Hasilnya, sekali nyaleg langsung lolos. Perolehan suara saya lebih 4000," katanya.

Pada Muscab PDIP Medan, Hasyim dipercaya menjabat sebagai bendahara di mana Henry Jhon Hutagalung sebagai ketua dan Roby Barus sebagai sekretaris. Dua tahun duduk di legislatif, Hasyim kembali dipercaya menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan menggantikan Porman Naibaho.

Pada Pemilu Legislatif 2014, Hasyim mencalonkan kembali dari Dapil I meliputi Medan Kota, Medan Amplas, Medan Denai dan Medan Area. Waktu itu Hasyim meraih suara tertinggi dari 50 anggota DPRD Medan dengan perolehan hampir 13.000 suara. Lalu Hasyim mencoba ikut maju jadi ketua DPC PDIP Medan pada Konfercab tahun 2015. Mayoritas PAC mendukung dan akhirnya Megawati mempercayakannya sebagai Ketua PDIP Medan periode 2015-2020.

Karir politik Hasyim makin kiclong. Hasyim terpilih kembali sebagai anggota legislatif periode 2019-2024 dengan perolehan 16.000 lebih suara. Lalu kebijakan DPP PDIP mempercepat Konfercab, Konferda se Indonesia dan Kongres yang seharusnya tahun 2020 menjadi 2019. Dan Hasyim kembali dipercaya memimpin DPC PDIP Medan. Tak lama berselang, Megawati menurunkan SK menunjuk Hasyim menjadi Ketua DPRD Medan.

Duduknya Hasyim menjadi Ketua DPRD Medan periode 2019-2024 memecahkan rekor sejarah di Kota Medan. Sebab Hasyim adalah etnis Tionghoa pertama yang memimpin DPRD Medan.

Sebelum berkecimpung di dunia politik, Hasyim hanyalah seorang karyawan pabrik yang memproduksi tepung Tapioka (ubi) milik saudaranya di Pematangsiantar. Hasyim bekerja di sana usai menamatkan pendidikan SMA-nya di St Thomas 1. Setahun bekerja untuk mengumpulkan uang, Hasyim berhenti dan melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Medan.

"Saya mengambil jurusan Ekonomi Akuntansi," katanya.

Setelah mendapat gelar S1, Hasyim kembali bekerja di pabrik tepung milik saudaranya itu. "Dua tahun lebih saya bekerja untuk mengaplikasikan ilmu yang saya dapat di bangku kuliah," ujarnya.

Dua tahun bekerja, Hasyim merasa uang yang ditabungnya cukup untuk modal usaha. Hasyim pun memutuskan untuk berhenti bekerja dan mencoba berdikari.

"Saya membuka usaha menjual perlengkapan rumah tangga dan turun langsung jadi salesman,” kenang pria kelahiran 2 Agustus 1967 ini.

Selama membuka usaha, Hasyim mengaku sering dibawa pakciknya (adik bapaknya), Alexander Toreh (Abeng), seorang politisi PDIP (dulu masih PDI). Sejak itu, Hasyim mulai tertarik dengan dunia politik seiring usahanya mulai berkembang, terlebih-lebih di bidang penjualan alat-alat perlengkapan kantor (ATK). Dengan perekonomiannya yang makin mapan, Hasyim berkecimpung langsung di dunia politik lewat PDIP.

"PDIP satu-satunya partai yang saya kenal dan partai di mana saya bisa mengabdikan diri sebagai penyambung aspirasi masyarakat kecil," katanya.(imc/bambang sri kurniawan)


Komentar

Berita Terkini