|

Menkumham Beri Kuliah Umum di Unpri


INILAHMEDAN - Medan: Menteri Hukum dan HAM (Men­kumham) Yasonna H Laoly memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Universitas Prima Indonesia (Unpri) kemarin.
    
Yasonna Laoly membahas tema “Smart and Good Citizen Bagi Generasi Milenial untuk Membangun Indonesia Masa Depan".

Hadir dalam kuliah umum tersebut Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM, Penasihat Unpri Sofyan Wijaya,  Ketua BPH Dr Tommy Leonard SH MKn,  Rektor Unpri Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes, Wakil Rektor (WR) I Seno Aji,Wakil Rektor II Ermi Girsang, WR III Said Rizal, WR IV Ali Napiah Nasution, para dosen dan staf di lingkungan Unpri.

Yasonna mengharapkan tidak cukup smart dan good saja, tapi harus aktif  untuk membangun Indonesia. Apalagi saat ini arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0 yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya.

Untuk itu, harap dia, mahasiswa Unpri harus produktif dan bekerja keras  dalam menggapai  cita-cita.

Yasonna Laoly juga mengharapkan Unpri menjadi pergu­ruan tinggi yang terus mendorong peningkatan SDM.


Sementara itu, Rektor Unpri Chrismis Novalinda Ginting dalam sambutannya mengatakan meskipun Unpri tergolong masih muda dalam dunia pendidikan tinggi di Sumatera Utara, namun itu tidak menyurutkan semangat untuk menciptakan mahasiswa yang memiliki daya saing. Salah satunya melalui kuliah umum dengan mendatangkan narasumber yang berpengalaman dalam bidangnya.  

Sementara itu Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn mengatakan pihaknya terus berupaya mempersiapkan mahasiswa yang siap kerja dan mampu bekerja keras. Mereka yang disebut pekerja keras adalah generasi millenial.

Menurut Tommy Leonard, generasi millenial yang terbiasa hidup dengan kemudahan digital perlu juga didukung dengan fasilitas kekinian. 

Karena itulah Unpri menyediakan fasilitas tersebut dan selalu memberikan masukan ilmu pengetahuan dari sejumlah pakar yang ada di Indonesia, bahkan dari luar negeri dengan menggelar seminar atau kuliah umum. (imc/bsk)
Komentar

Berita Terkini