|

Rektor Itera Ketuk Hati Pemprov Sumut Soal Program Bea Siswa


INILAHMEDAN - Medan: Sekdaprovsu Sabrina mengatakan pihaknya akan mengkaji lagi rencana kerja sama dengan Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung. Termasuk program beasiswa kurang mampu berprestasi akan kembali dibahas.

“Kita tahu Itera adalah institut teknologi negeri yang keempat setelah ITB, ITS dan Insitut Teknologi Kalimantan. Sebelumnya sudah pernah menjajaki kerja sama dengan Pemprov Sumut. Tetapi belum berjalan karena waktu itu ada kendala, kita ada Pilkada,” kata Sabrina usai menerima kunjungan Rektor Itera Lampung Ofyar Z Tamin di kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (31/08/2018).

Sejak berdiri empat tahun lalu, jumlah mahasiswa aktif di kampus saat ini sebanyak 5.775 orang. Dari keseluruhan itu, sebesar 11,4 persen di antaranya berasal dari Sumatera. Meski keberadaannya di Lampung, namun istitut ini dapat dikatakan milik semua provinsi, termasuk Sumut. Karena seluruh gubernur yang ada di regional Sumatera adalah dewan pembina.

“Jadi kalau ada, program beasiswa itu diberikan kepada yang berprestasi tetapi kurang mampu. Jadi diharapkan kepada Pemprovsu untuk dapat memberikan beasiswa guna membantu mahasiswa dari daerah kita yang secara ekonomi kurang mampu,” sebut Sabrina.

Untuk itu, kata dia, pihaknya akan melihat dulu apakah ketersediaan anggaran di APBD mencukupi memberikan beasiswa. Sehingga berbagai pertimbangannya harus dimaklumi, meski secara angka dari seluruh mahasiswa asal Sumatera yang kuliah sebanyak kurang lebih hampir 700 orang, Sumut terbanyak kedua setelah Lampung. Di antaranya pula sekitar 40 persennya datang dari keluarga kurang mampu.

“Nanti akan kita tindaklanjuti ini. Karena itu kita minta beliau (rektor) menyurati kembali,” katanya.

Sementara Rektor Itera Ofyar Z Tamin mengatakan keberadaan Itera adalah bentuk keinginan pemerintah pusat untuk menjawab kebutuhan yang ada di Sumatera terhadap perguruan tinggi teknik negeri.

Pendiriannya empat tahun lalu ditujukan agar calon mahasiswa tidak terfokus hanya di Pulau Jawa, yakni ITB di Bandung dan ITS di Surabaya. Karena kapasitas dan kualitas tidak kalah bagus dengan dua kampus ternama itu.

“Karena itu kami mengetuk hati Pemprov Sumut, karena yang kuliah itu kan banyak dari Sumut,” katanya.

Selain untuk menjajaki kerjasama beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu, Tamin juga menyampaikan keinginan pihaknya membantu melestarikan budaya dari seluruh mahasiswa lintas provinsi, khususnya Sumut. Sebab dari sini, ada delapan etnik lokal yang punya karakteristik tersendiri dari segi budaya maupun bahasa.

“Jadi di Itera ada unit kegiatan mahasiswa kedaerahan, ada banyak adat istiadat dari Sumut yang bisa ditampilkan sebagai upaya melestarikan budaya mereka masing-masing. Karena bagi kami, itu menjadi tugas utama juga,” sebutnya. (imc/bsk)

Komentar

Berita Terkini