Populasi Hewan Ternak di Kabupaten Deliserdang Meningkat
INILAHMEDAN - Deliserdang: Populasi hewan ternak di Kabupaten Deliserdang pada 2017 mengalami kenaikan. Total jumlah hewan ternak di 22 kecamatan di daerah itu sebanyak 56.236 ekor. Jumlah ini meningkat dibanding populasi hewan ternak pada 2016 sebanyak 55.139 ekor.
"Kenaikannya lebih dari seribu ekor," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Deliserdang Ruslan P Simanjuntak, Sabtu (21/07/2018).
Menurut Ruslan, jenis hewan ternak yang dimaksud yakni Sapi Perah, Sapi Potong, Kerbau, Kambing, Domba dan Babi. "Secara umum jumlah hewan ternak memang mengalami kenaikan, meski ada juga yang mengalami penurunan," katanya.
Hewan ternak yang mengalami penurun, kata Ruslan, yakni hewan jenis Sapi Perah. Hanya saja, penurunannya sangat kecil. Total jumlah hewan ternak Sapi Perah untuk tahun 2016 sebanyak 1.111 ekor. Sementara jumlahnya di tahun 2017 sebanyak 998 ekor.
"Penurunan Sapi Perah ini akan kita evaluasi apa yang menjadi penyebabnya," sebutnya.
Namun untuk jenis hewan ternak lainnya, kata dia, mengalami kenaikan. Jumlah ternak Sapi Potong pada 2016 sebanyak 91.763 ekor, namun pada 2017 sebanyak 93.598 ekor. Untuk jumlah ternak Kerbau pada 2016 sebanyak 3.903 ekor, sementara pada 2017 sebanyak 3.981 ekor. Jumlah ternak Kambing pada 2016 sebanyak 141.833 ekor, sementara pada 2017 sebanyak 144.669 ekor. Jumlah populsi ternak Domba pada 2016 sebanyak 110.602 ekor, pada 2017 sebanyak 121.662 ekor. Kemudian jumlah populasi ternak Babi pada 2016 sebanyak 55.139 ekor, sementara pada 2017 sebanyak 56.239 ekor.
"Untuk populasi hewan ternak pada 2018 ini sedang kita data. Mudah-mudahan terus mengalami kenaikkan," kata Ruslan.
Menurut Ruslan, pihaknya terus melakukan penyuluhan-penyuluhan ke sentra-sentra peternakan hewan. Lewat penyuluhan yang dilakukan secara rutin, harap dia, jumlah hewan ternak di 22 kecamatan di Kabupaten Deliserdang terus mengalami kenaikkan.
"Penyuluhan-penyuluhan yang kita lakukan berupa pemahaman kepada peternak tentang bagaimana beternak yang baik, kemudian memberikan pemahaman tentang kesehatan hewan ternak. Ini tentunya dapat meminimalisir kematian hewan ternak dari serangan penyakit," katanya. (imc/bsk)
