Kapolda Sumut: Jangan Lupakan Sejarah
INILAHMEDAN - Medan: Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw mengimbau prajurit Brimob untuk terus memupuk rasa patriotisme, cinta tanah air serta tidak melupakan sejarah.
"Mari kita jaga rasa cinta tanah air dan bangsa, kita jaga Sumatera Utara dari perpecahan dan serangan idiologi asing yang tidak cocok dengan nilai luhur bangsa Indoensia,” kata Kapolda Sumut melalui Kabis Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan saat memperingati hari juang Benteng Huraba Brimob Polri ke-69, Selasa (08/05/2018).
Dalam siaran persnya, Tatan Dirsan Atmaja mengatakan Benteng pertahanan huraba merupakan benteng pertempuran pada masa Agresi Militer Belanda setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 5 Mei 1949. Di mana banyak pejuang bangsa yang gugur di medan perang di antaranya pejuang Mobrig (sekarang Brimob) dan pasukan TNI serta masyarakat di Tapanuli Selatan.
Pada saat peperangan dahulu, asukan dipimpin Inspektur Kelas I (Mayor) Mas Kadiran yang saat itu menjabat sebagai Komandan Keresidenan Tapanuli yang berkedudukan di Tapanuli Selatan.
Selain Kapolda, acara peringatan ini juga dihadiri Pejabat Utama Polda, Ketua PP Polri, Ketua Ikatan Benteng Huraba Sumut, Brigadir serta Tamtama Sat Brimobda Polda Sumut.
Kapolda berpesan, kata Tatan, kita semua sebagai generasi penerus perjuangan bangsa harus bisa meneruskan perjuangan para pendahulu yang gugur di medan perang. Salah satunya dengan menjaga kondisi Sumatera Utara tetap aman dan kondusif.
“Ya setidaknya kita mencegah penyebaran informasi hoaks, tidak melakukan persekusi dan ujaran kebencian,” ucapnya. (imc/rel)
