|

Beroperasi di Bulan Puasa, Disbudpar Tutup Zengarden Spa & The King Star Spa


INILAHMEDAN - Medan: Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan menutup  paksa  Zengarden Family Spa Jalan S Parman dan The King Star Spa Jalan Biduk Medan, Rabu (22/06/2016).
Penutupan dilakukan karena kedua tempat pijat refleksi itu melanggar Surat Edaran Wali Kota Medan No. 503/5838 tanggal 2 Juni 2016 tentang pelarangan tempat usaha hiburan dan rekreasi untuk tidak melaksanakan kegiatan pada hari besar keagamaan.

Selain kedua tempat pijak refeleksi tersebut, Disbudpar juga meminta kepada pengusaha New Iguana di lantai 5 Ramayana Plaza Jalan Iskandar Muda agar menutup tempat usahanya. Sebab usaha karaoke itu terbukti tetap buka meski bulan puasa. Dari ketiga lokasi tempat usaha ini, diamankan 6 orang pekerja (5 wanita dan 1 pria).

Penutupan dilakukan setelah Plt Kadisbudpar Kota Medan, Hasan Basri, memimpin langsung Tim Terpadu Penertiban Tempat Usaha Hiburan dan Rekreasi melakukan penertiban. Tim itu terdiri dari unsur Denpom I/5, Polresta Medan, Kodim 0201/BS, Satpol PP dan instansi terkait lainnya. Tim langsung bergerak dari kantor Disbudpar Jalan HM Yamin sekitar pukul 14.30 WIB.

Sebelum  bergerak, Hasan membagi seluruh unsur menjadi 4 tim untuk mengecek seluruh tempat usaha dan rekreasi apakah beroperasi atau tidak setelah pihak Disbudpar melayangkan Surat edaran Wali Kota Medan tersebut. Hasan yang memimpin tim satu langsung bergerak menuju Jalan S Parman Medan.

Saat melintas di depan Zengarden Family Spa, Hasan nyaris tekecoh. Sebab, pemilik spa sengaja memalang bangku kayu kosong di depan halaman masuk. Di depan pintu dibuat bacaan closed. Jika dilihat sepintas, orang beranggapan spa tersebut tutup. Namun Hasan curiga melihat sejumlah mobil parkir di halaman depan spa tersebut.

Hasan selanjutnya memerintahkan tim untuk memastikan apakah Zengarden beroperasi atau tidak. Saat tim hendak masuk, pintu depan terkunci. Meski digedor berulangkali, baik pemilik maupun pekerja spa tak ada yang ke luar. Menurut sejumlah warga yang melihat kedatangan tim, mereka mengatakan sejak awal Ramadan Zengarden tetap beroperasi.

“Tadi kami lihat masih buka pak. Coba periksa dari samping melalui perumahan sebelah, ada pintu ke luar dari situ. Setahu kami selama bulan puasa tempat ini tetap beroperasi, tamunya pun banyak,” ungkap salah seorang wanita berdarah Tionghoa.

Kecurigaan Hasan pun semakin tinggi. Dia kemudian menginstruksikan tim masuk dari samping. Ternyata benar, tim berhasil masuk dan selanjutnya membuka pintu depan. Kemudian tim melakukan pemeriksaan dan ditemukan dua orang pelanggan baru selesai pijat refleksi. Tim juga menemukan belasan terapis muda yang siap melayani pasien untuk pijat refleksi sekaligus spa.

Seorang wanita berdarah Tionghoa yang diduga sebagai kepercayaan pemilik Zengarden membantah mereka beroperasi. “Kami tidak beroperasi, kami buka hanya untuk memberikan training kepada para pekerja,” jelas wanita tersebut.

Namun setelah Hasan mengecek satu persatu ruangan, indikasi tempat itu beroperasi cukup kuat. Selain ditemukan dua pelanggan, sejumlah tempat pijat pun terlihat acak-acakan dan ditemukan handphone dan beberapa pakaian. Selanjutnya hasan memerintahkan anggotanya untuk membuat BAP. Dalam BAP tersebut, sang wanita berjanji tidak akan beroperasi kembali selama bulan Ramadan.

Kemudian Hasan memimpin tim terpadu menuju Jalan Biduk. Berdasarkan informasi yang diperolehnya masih ada beberapa tempat pijat yang beroperasi di bulan puasa. Dugaan Hasan terbukti. Tim mendapati The King Star Spa beroperasi. Meski seorang wanita paro baya bersikukuh tempatnya tutup, namun Hasan tidak percaya. Apalagi setelah diperiksa, ditemukan 4 wanita muda sembunyi dalam ruangan kecil di lantai dua.

Dari keempat wanita yang digunakan sebagai pekerja, hanya dua di antaranya yang bisa menunjukkan KTP. Keempatnya mengaku tempat itu beroperasi mulai pukul 01.00 WIB sampai 17.00 WIB. Selain membuat BAP yang intinya pernyataan penanggung jawab The King Star Spa bahwa tempat itu tidak akan beroperasi selama bulan puasa, tim juga membawa keempat wanita muda itu untuk dilakukan pembinaan.

Selanjutnya tim bergerak menuju New Iguana yang berada di lantai 5 Ramayana Plaza Jalan Iskandar Muda. Berdasarkan informasi diperoleh, tempat usaha karaoke itu selama bulan puasa tetap beroperasi. Ketika tim berada di lokasi, tidak ditemukan seorang pun pengunjung. Namun salah seorang tim mendapati buku inventaris yang mencatat kegiatan setiap malamnya.

Dari buku itu ditemukan catatan bahwa New Iguana tetap beroperasi. Selanjutnya buku inventaris diamankan sebagai barang bukti. Selain itu tim juga membawa seorang wanita muda yang mengaku bernama Dewi dan bertugas sebagai kasir dan seorang pekerja pria. Namun sebelum meninggalkan lokasi, tim meninggalkan kertas BAP.

erakhir tim mendatangi Chinergy Day Spa di Jalan Abdullah Lubis. Di tempat itu tim tak menemukan seorang terapis (pekerja wanita) mau pun pelanggan. Begitu juga ketika satu persatu ruangan pijat repleksi dibuka, ternyata kosong dan tilam pun tak tersedia.

Menurut seorang pria yang mengaku sebagai pekerja di tempat tersebut, satu hari menjelang bulan puasa Chinergy Day Spa telah tutup. “Selama bulan puasa ini kami fokus melakukan renovasi tempat pak,” jelas pria tersebut.

Hasan basri menegaskan, pihaknya akan terus mengawasi Zengarden Family Spa, The King Star Spa dan New Iguana.

“Apabila kita temukan mereka beroperasi kembali setelah kita berikan BAP untuk menutup usahanya selama puasa, kita akan bertindak tegas. Izin operasionalnya akan kita tarik," tegas Hasan. Er
Komentar

Berita Terkini