Sarjana Hukum Harus Kuasai Legal Practice, Public Policy dan Enterprenuer
INILAHMEDAN - Medan: Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Dr Tommy Leonard SH MKn bersama Tim Muhammad Roman SH, Dr Mirza Nasution SH MH menghadiri International Conference di Lombok.
International Conference yang mengangkat tema 'Accelartion of Academic Transformation Asia-Europe of Law Faculty' tersebut juga dihadiri Ketua Badan Kerjasama Dekan se-Indonesia Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum yang juga Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), bersama Prof Dr Budiman Ginting SH MHum.
Conference tersebut menghadirkan tiga pembicara masing-masing, Prof dr Antoine (Ton) Hol yang merupakan Head of School (Dekan) Fakultas Hukum Universitas Utrecht dan Ketua Asosiasi Dekan se-Eropa. Kemudian, Prof Ida Madieha Azmi PhD (International Islamic University, Malaysia) dan pembicara ketiga Hayyanul Haq SH LLM PhD (Fakultas Hukum Universitas Mataram).
Pada kesempatan itu, Prof dr Antoine (Ton) Hol mengatakan, sarjana hukum harus menguasai Legal Practice, Public Policy dan Enterprenuer.
"Fakultas Hukum harus menciptakan Sarjana Hukum yang mengetahui perkembangan hukum, ekonomi, politik dan kewirausahaan. Dalam mencapai hal tersebut, Kurikulum Fakultas Hukum harus difokuskan kepada legal knowledge (ilmu hukum), writing skills (teknik menulis) dan Negociation skills (teknik bernegosiasi)," tegas Prof dr Antoine (Ton) Hol di hadapan peserta International Conference, Senin (22/02/2016) di Lombok.
Pembicara ketiga, Hayyanul Haq SH LLM PhD (Fakultas Hukum Universitas Mataram) lebih menekankan kepada pentingnya metode dan teori coherence yang maksudnya adalah untuk mengukur sebuah kebenaran melalui penelitian atau research dengan cara mempublikasikan jurnal kepada publik untuk mencapai Fakultas Hukum yang berorientasi kepada penelitian.
Sementara itu, Ketua Badan Kerjasama Dekan Fakuktas Hukum Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia Prof Dr Runtung Sitepu, mengatakan, materi yang dibahas pada pertemuan ini menyangkut kerjasama Fakultas Hukum di Indonesia dengan di Europe.
Dalam hal ini, Prof Runtung mendorong FH Unpri lebih proaktif melakukan kerja sama dengan PT terkemuka baik yang ada di Indonesia maupun di Europe.
"Kita mengharapkan, hasil Conference ini dapat ditindaklanjuti Unpri dalam rangka mengikat kerja sama dengan Fakultas Hukum di Asia-Europe," katanya.
Hal senada juga disampaikan Dekan FH Unpri NPRI Dr Tommy Leonard SH MKn. Pihaknya akan menindaklanjuti hasil pertemuan dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Asia-Europe.
Menurut Doktor muda ini, perlu ada perubahan kurikulum dan pengembangan kurikulum pada Fakuktas Hukum di Indonesia, yaitu pembelajaran berorientasi kepada kasus (legal Practice) dengan memberikan pengetahuan yang luas kepada mahasiswa, baik dari ilmu hukum, ekonomi, politik dan kewirausahaan untuk menghasilkan sarjana hukum yang adaptif. rel
