|

Darmawan Tersingkir, Re-LUN Minta Dirut PLN Suroso Evaluasi Top Manajemen

Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Kornas Re-LUN) H Teuku Yudhistira.(foto: dok)

INILAHMEDAN - Jakarta: Direktur Utama PT PLN (Persero) Suroso Isnandar diminta melakukan evaluasi menyeluruh pejabat teras perusahaan plat merah tersebut demi keandalan listrik dalam negeri di masa depan.

"Harapan kita beliau (Dirut Suroso) secepatnya melakukan reposisi jabatan di tubuh PLN. Ini demi keandalan listrik dalam negeri seperti yang diharapkan Presiden Prabowo," kata Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Kornas Re-LUN) H Teuku Yudhistira di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Suroso Isnandar ditetapkan sebagai Dirut PLN yang baru menggantikan Darmawan Prasodjo pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) kemarin. Menurut Yudhistira, menjadi hal yang lumrah bagi Dirut yang baru untuk bersih-bersih pejabat teras PLN yang dinilai belum mampu bekerja.

"Tentunya yang perlu diangkat adalah pejabat-pejabat PLN yang bisa bekerja sama dengan Dirut yang baru demi kemajuan PLN," kata Yudhistira.

Re-LUN, kata Yudhistira, mulai mencium aroma kasak-kusuk di internal PLN, tidak hanya di kalangan pegawai organik, tapi juga pejabat yang masuk ke PLN lewat jalur politik dan profesional hire (pro-hire).

Terlebih bagi Wadirut PLN Yusuf Didi Setiarto. Menurut Yudhistira, Yusuf dikabarkan mulai 'uring-uringan' karena sebelumnya Suroso adalah bawahannya di jajaran direksi tapi kini menjadi atasannya.

Karena itu, demi perbaikan PLN, Yudhistira mendesak Dirut PLN yang baru secepatnya membersihkan PLN dari orang-orang Dirut lama.

"Seperti Wadirut, Dirut PLN Icon, Kepala Satuan Informasi dan lainnya yang terafiliasi dengan Dirut lama. Termasuk jajaran Executive Vice President (EVP) dan Vice Presiden (VP) di PLN," katanya.

"Rakyat Indonesia ingin agar di tangan Dirut yang baru, PLN dikelola oleh talenta yang profesional berdasarkan prinsip meritokrasi bukan nepotisme," katanya.

Terpenting, kata Yudhistira, ke depan tidak ada lagi pejabat PLN yang berani aneh-aneh seperti menjadi pelaku kekerasan yang viral beberapa waktu lalu," katanya.(imc/yud)

Komentar

Berita Terkini