INILAHMEDAN - Pematangsiantar: Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar memastikan belum menemukan kasus infeksi virus Influenza A di wilayahnya. Meski demikian, pemerintah kota tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul fluktuasi data kasus Influenza Like Illness (ILI) dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Urat Simanjuntak, menyampaikan bahwa pemantauan ketat terus dilakukan melalui Aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).
"Kasus Influenza A belum ditemukan di Kota Pematangsiantar. Namun, berdasarkan pemantauan SKDR mulai minggu ke-31 sampai minggu ke-35, kasus ILI mengalami fluktuasi dan kemudian mengalami penurunan pada minggu ke 36 hingga ke 39," kata Urat Simanjuntak saat dikonfirmasi, Kamis (08/10/2026).
Sementara itu, untuk perkembangan kasus ISPA, data Dinkes mencatat tren naik-turun sejak pertengahan tahun. Pada minggu ke-38, sempat terjadi lonjakan hingga dua kali lipat dibanding minggu ke-37, sebelum akhirnya kembali menurun pada minggu ke 39.
Sebagai langkah antisipasi dini, Dinas Kesehatan telah menerbitkan instruksi resmi ke seluruh fasilitas kesehatan setempat.
"Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar telah meningkatkan kewaspadaan dengan menyebarkan Surat Pemberitahuan Kesiapsiagaan Penyakit Influenza A Nomor 007/400.7.23/2843/IX/2026 tertanggal 25 September 2026 ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik rumah sakit maupun Puskesmas di Kota Pematangsiantar," ujarnya.
Urat menjelaskan bahwa Influenza A disebabkan oleh infeksi virus, sehingga daya tahan tubuh menjadi kunci utama pemulihan. Pencegahan dini melalui Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dinilai jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan setelah jatuh sakit.
"Penyebab Influenza A adalah virus, sehingga pencegahan dan penanganan simptomatik merupakan langkah yang paling tepat. Karena sebagian besar infeksi virus bergantung pada daya tahan tubuh untuk pulih, membiasakan istirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, dan menerapkan PHBS jauh lebih efektif daripada mengobati setelah sakit," tuturnya.
Ia menambahkan, persediaan obat-obatan di Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar saat ini dalam kondisi aman dan cukup untuk pengobatan secara asimtomatik maupun simptomatik di seluruh Puskesmas. Dinkes juga terus menjalankan promosi kesehatan serta surveilans aktif di lapangan.
Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Urat menegaskan bahwa berdasarkan pantauan data meteorologi, wilayah Pematangsiantar saat ini masih aman dari paparan asap pekat.
"Berdasarkan pantauan citra sebaran asap wilayah Sumatera Utara dari BMKG pada 6 Oktober pukul 10.00 WIB, sejauh ini untuk wilayah Kota Pematangsiantar tidak terdeteksi asap dan kabut yang menyebabkan penurunan jarak pandang," pungkasnya.(imc/bsk)
