|

Data Warga Penerima PKH Medan Makmur Amburadul, Dinsos Perlu Verifikasi Ulang

Pendataan warga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) Medan Makmur dinilai amburadul. Bahkan program bantuan sosial bagi warga lanjut usia (lansia) serta penyandang disabilitas berat tidak tepat sasaran.(foto: bsk)

INILAHMEDAN - Medan: Pendataan warga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) Medan Makmur dinilai amburadul. Bahkan program bantuan sosial bagi warga lanjut usia (lansia) serta penyandang disabilitas berat tidak tepat sasaran. Belakangan muncul laporan soal warga yang dinilai tergolong mampu malah terdaftar sebagai penerima manfaat.

"Dinas Sosial Medan harus memverifikasi ulang soal data penerima manfaat sebelum bantuan disalurkan," kata anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor, Rabu (23/09/2026).

Menurut politisi NasDem ini, hampir saban hari ada saja warga yang melapor kepadanya mengaku tidak terdaftar sebagai penerima PKH Medan Makmur. Sementara ada tetangga warga tersebut yang katagori keluarga mampu malah terdaftar sebagai penerima manfaat.

"Saya menerima informasi ada warga yang memiliki usaha, rumah dan sejumlah aset, tercatat sebagai penerima manfaat. Ini kan data amburadul namanya. Ini harus jadi perhatian Dinas Sosial,” tegas Antonius.

Persoalan lain, kata dia, ada ditemukan warga yang bukan lansia maupun penyandang disabilitas berat, namun terdata sbai penerima PKH Medan Makmur.

“Data itu ada pada saya. Mereka bahkan berada di daerah pemilihan saya, Dapil I Kota Medan. Saya minta data ini diverifikasi ulang,” ujarnya.

Antonius mempertanyakan mekanisme penyusunan data penerima manfaat. Sebab daftar nama yang diterima anggota DPRD dari Dinas Sosial bukan berasal dari usulan mereka.

“Kami bukan pegawai Dinas Sosial yang bertugas mencari warga penerima manfaat. Kalau data yang diberikan bukan berasal dari usulan kami, seharusnya data tersebut sudah benar-benar diverifikasi Dinas Sosial,” katanya.

Antonius menyatakan kesiapannya turun ke lapangan bersama Dinas Sosial untuk melakukan pengecekan terhadap data penerima manfaat.

“Kita cek langsung siapa yang memang layak dan siapa yang tidak layak. Jangan sampai warga yang benar-benar membutuhkan justeru terlewat,” tegasnya.(imc/bsk)

Komentar

Berita Terkini