|

Wali Kota Medan 'Skak' Camat Lemot Tuntaskan Digitalisasi Bansos, Rico Waas: Kerja Harus Serius

Wali Kota Medan Rico Waas terlihat kesal dengan kinerja seluruh camat dalam menuntaskan pendaftaran perlindungan sosial bagi warga melalui portal Perlinsos (Perlindungan Sosial). Rico memberikan tenggat waktu untuk menuntaskannya.(foto: bsk)

INILAHMEDAN - Medan: Wali Kota Medan Rico Waas terlihat kesal dengan kinerja seluruh camat dalam menuntaskan pendaftaran perlindungan sosial bagi warga melalui portal Perlinsos (Perlindungan Sosial). Rico memberikan tenggat waktu untuk menuntaskannya.

​"Hari ini saya harus menegaskan kepada rekan-rekan semua. Ini kerjanya harus serius betul. Terutama camat-camat, kontrol semua wilayahnya. Setiap wilayah harus punya target mandiri dan camat wajib melakukan update data perlinsos setiap hari agar target terus diingat," tegas Rico Waas saat memimpin rapat Digitalisasi Bansos Berbasis Digital Public Infrastructur (DPI), di Balai Kota, Kamis (09/07/2026).

Hadir dalam rapat tersebut Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Pimpinan Perangkat Daerah, Camat beserta Lurah.

Wali Kota menegaskan komitmennya mereformasi sistem penyaluran bansos di Kota Medan dengan memanfaatkan perluasan Digital Public Infrastructure. Dengan sistem ini, Rico Waas ingin menciptakan sistem bantuan yang transparan, tepat sasaran, dan bebas dari birokrasi berbelit.

​Merespons ketegasan Wali Kota, para camat menyepakati komitmen bersama dan meminta tenggang waktu 1 hingga 1,5 bulan untuk merampungkan seluruh pendataan sesuai target yang ditetapkan.

Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman langsung mengunci komitmen para camat dan lurah. Ia juga meminta Dinas Sosial memperketat pengawasan di lapangan.

​"Semua catat, kita sudah membuat komitmen kapan harus selesai. Saya berharap Dinas Sosial melakukan monitoring ketat terhadap kemajuan program ini dan menugaskan ASN Dinsos khusus untuk memantau pergerakan di lapangan," pungkasnya

​Kepala Dinsos Kota Medan Khoiruddin Rangkuti memaparkan digitalisasi bansos jawaban atas keluhan masyarakat yang selama ini penyalurannya salah sasaran.(imc/bsk)

Komentar

Berita Terkini