![]() |
| Pernyataan Ketua Partai NasDem Sumut Iskandar ST dinilai ngawur atas walkoutnya Gubernur Sumut Bobby Nasution pada rapat paripurna di gedung DPRD Sumut, kemarin.(foto: ist) |
INILAHMEDAN - Medan: Pernyataan Ketua Partai NasDem Sumut Iskandar ST dinilai ngawur atas walkoutnya Gubernur Sumut Bobby Nasution pada rapat paripurna di gedung DPRD Sumut, kemarin.
Iskandar juga dinilai tidak paham mekanisme dan etika dalam rapat paripurna karena yang bersangkutan belum pernah duduk di lembaga legislatif.
“Iskandar itu kan tak pernah jadi anggota DPR. Manalah dia paham soal mekanisme persidangan. Duduk dululah jadi anggota legislatif dan belajar setahun dua tahun biar paham aturan baru berkomentar," kata kader muda Gerindra, Hamzah Nasution, di Medan, Jumat (31/07/2026).
Sebelumnya, Iskandar mengomentari tuduhan Ricky Anthony yang menyebut Gubernur Bobby arogan atas keputusannya walkout pada rapat paripurna DPRD Sumut.
Menurut Hamzah, walkoutnya Gubernur Bobby dari rapat paripurna karena ada interupsi yang membahas korum tidak korumnya paripurna sehingga dianggap tidak produktif. Sementara jadwal genda Gubernur saat itu masih banyak yang harus dituntaskan.
“Rapat Paripurna dibuka itu kan berarti peserta sudah korum. Jadi kenapa masih ada yang protes. Harusnya itu diperdebatkan sebelum rapat dibuka. Jadi seperti mempertontonkan hal yang tak baik, maka wajar Gubernur walkout karena masih banyak urusan rakyat yang juga harus dikerjakan,” kata Hamzah.
Hamzah juga mengomentari sikap Iskandar yang menyebut pernyataan Wakil Ketua DPRD Sumut itu adalah sikap partai. Itu artinya, sebut Hamzah, NasDem secara terbuka sudah menyerang Gubernur.
“Ini aneh, korum tak korumnya itu kan internal DPRD. Kenapa Gubernur yang diserang. Sebagai kader Partai Gerindra, kami minta saudara Iskandar belajar lagi, pinomat biar nanti bisa terpilih menjadi anggota dewan,” katanya.(imc/red)
