![]() |
| Aktivis Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (Jaga Marwah) Edison Tamba.(foto: dok) |
INILAHMEDAN - Jakarta: Aktivis Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (Jaga Marwah) Edison Tamba mendesak Korps Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri memeriksa Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo karena erat kaitannya dengan dugaan korupsi pengadaan batu bara PLN penyebab blackout listrik di Sumatera dan Jawa.
Menurut Edoy, panggilan akrabnya, penyidikan dugaan korupsi batu bara PLN yang merugikan negara Rp5 triliun dan kini tengah ditangani Polri tidak boleh berhenti pada pihak-pihak tertentu, tapi juga harus memeriksa Darmawan Prasodjo dan pejabat teras PLN lainnya.
"Jadi Dirut PLN harus diperiksa karena sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pengadaan batu bara PLN," kata Edoy di Jakarta, Selasa (14/07/2026).
Sebagaimana diketahui, Kortas Tipidkor Polri saat ini menangani tiga kasus dugaan korupsi yakni PT Asabri, pengadaan batu bara PLN dan Krakatau Steel. Dalam pengembangan kasus itu, Kortas Tipidkor telah melakukan penggeledahan di 13 lokasi dan menyita uang dalam berbagai mata uang asing serta emas batangan yang totalnya ditaksir senilai Rp474 miliar.
"Penyidik perlu mendalami seluruh rantai proses pengadaan batu bara, mulai dari tahap perencanaan, tender, pelaksanaan hingga pembayaran. Pengungkapan perkara harus dilakukan secara menyeluruh," katanya.
Edoy juga mendapat informasi nama Dirut PLN Darmawan Prasodjo ikut terseret dalam pusaran dugaan korupsi baru bara PLN dan pernah dipanggil penyidik namun tidak datang.
"Jika benar ada pihak yang dipanggil namun tidak datang, penyidik harus tegas dalam menjalankan kewenangannya sesuai hukum," katanya.(imc/bsk)
