![]() |
| Ketua Umum Sopo Restorasi Bersatu Antonius Tumanggor (kiri) dan Wali Kota Medan Rico Waas (kanan).(foto: dok) |
INILAHMEDAN - Medan: Wali Kota Medan Rico Waas mengaku sudah melapor ke Mendagri soal kepergiannya berobat ke luar negeri. Selama ini komunikasi dengan Pemprov Sumut belum berjalan optimal.
"Jauh-jauh hari saya sudah merencanakan berobat, tapi waktunya tidak dapat. Kebetulan ini ada waktu libur, makanya saya berangkat dan sudah lapor kepada Mendagri untuk agenda tersebut," ujarnya menjawab wartawan lewat sambungan seluler, Minggu (17/05/2026).
Rico Waas berangkat ke luar negeri untuk berobat tidak menggunakan dana APBD. “Murni menggunakan dana pribadi,” tegas Rico Waas.
Rico Waas berangkat ke luar negeri untuk berobat sekaligus mengambil obat-obatan yang sudah habis di konsumsi. “Saya mohon maaf dalam hal ini," ujarnya.
Selama menjalani pengobatan, Rico Waas selalu memonitor Kota Medan lewat para pimpinan perangkat daerah.
"Selama berobat, setiap waktu saya juga memonitor Kota Medan dan meminta para pimpinan OPD terus berkomunikasi dan berkoordinasi terkait perkembangan Kota Medan yang kita cintai bersama," ujarnya.
Rico Waas mengatakan, Pemko Medan sangat mendukung semua program strategis nasional yang ada di Kota Medan. “Kami menyadari bahwa dibutuhkan sinergitas dan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, untuk menyejahterakan masyarakat kita," pungkasnya.
Sebelumnya, ketidakhadiran Rico Waas pada peresmian Koperasi Merah Putih secara virtual yang diresmikan langsung Presiden Prabowo sempat menjadi sorotan. Isu yang beredar Rico Waas berangkat ke luar negeri tanpa persetujuan Mendagri.
Ketua Umum Sopo Restorasi Bersatu Antonius Tumanggor menilai kepergian Rico Waas ke luar negeri untuk berobat merupakan hal wajar dan tidak perlu jadi polemik. Apalagi harus digiring ke opini negatif.
"Kok berangkat ke luar negeri untuk berobat kan hal wajar. Janganlah sampai digiring ke opini negatif. Apalagi Wali Kota sudah melapor ke Mendagri soal dia berobat ke luar negeri," kata Antonius.
“Wali Kota kan manusia, butuh perawatan kesehatan. Mesin aja butuh perawatan," sambungnya.
Terpenting, kata dia, tata kelola pemerintahan tetap berjalan meski Wali Kota berada di luar negeri.(imc/bsk)
